Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Cara Luhut Pantau Warga RI Via Facebook, Google, Satelit
    Insight News

    Ini Cara Luhut Pantau Warga RI Via Facebook, Google, Satelit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2021Updated:21 November 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pada Juli lalu Pemerintah Indonesia memutuskan Pengaturan Pembantasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketat karena infeksi Covid-19 yang meningkat drastis. Ternyata keputusan ini dibuat dengan melibatkan teknologi seperti Google, Facebook, hingga satelit.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan pihaknya menggunakan parameter dengan menggunakan data dari NASA, NOAA, Google, hingga Facebook untuk melihat pergerakan di berbagai tempat dan menjadi cara membuat keputusan.

    “Kami menggunakan parameter teknologi yang kita gunakan, anak-anak muda di kantor saya. Jadi bagaimana kita menggunakan NASA, NOAA, Google dan Facebook untuk melihat pergerakan dari satelit semua kabupaten provinsi sampai ke tingkat kecamatan,” ujarnya dalam acara UMKM Toba Vaganza, dikutip dari Kanal Jasa Keuangan, Selasa (16/11/2021).

    Dia mengatakan dari hasil modelling yang dibuat, sampai satu titik mobilitas harus dilakukan hingga minus 20%. Luhut juga menyampaikan keputusan yang dibuat pemerintah menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan. Cara tersebut membuat mengetahui titik mana yang harus diperbaiki. Selain juga membuat keputusan yang cepat.

    “Jadi jangan bapak ibu kita kemarin pakai agak-agak. Semua scientific approach. Dari situ kita tahu titik mana yang harus diperbaiki sehingga dengan cepat membuat proses pengambil keputusan,” ucap Luhut.

    Dalam kesempatan yang sama, Luhut mengajak Firman salah seorang stafnya yang membuat pemodelan tersebut di Kementerian yang dia pimpin untuk menjelaskan lebih lanjut. Firman menjelaskan menggunakan tiga indikator untuk mencoba kurva melandai, yakni Facebook Mobility, Google Traffic dan intensitas di malam hari.

    “Dengan tiga indikator ini kita bisa monitor langsung di 3 kabupaten kota dalam waktu yang relatif real time. Kita lakukan analisis modelling, untuk menurunkan kasus butuh 15-20% penurunan mobilitas. Ini akan terlihat penurunan kasusnya dalam 2-3 minggu,” jelasnya.

    Monitoring dilakukan dan memanggil pimpinan daerah serta otoritas keamanan. Akan diperlihat mobilitas yang tinggi dan daerah diminta menurunkan mobilitas warganya.

    Dengan menggunakan satelit bisa melakukan pin-point sejumlah lokasi-lokasi di Indonesia. Salah satu yang jadi perhatian adalah kawasan industri. Di sana selama PPKM ternyata masih berjalan aktivitasnya.

    “Salah satu cukup menjadi perhatian kawasan industri, jadi kita bisa lihat selama PPKM aktivitas industri masih berjalan, ini terlihat melalui salah satu satelit. Kita bisa perintahkan DandimĀ (Komandan Komando Distrik Militer TNI) dan Kapolres (Kepala Kepolisian Resor) untuk segera mengecek memastikan mengurangi mobilitas,” kata Firman.

    Sementara itu Google Traffic dilakukan untuk memantau kendaraan dan Facebook Mobility memantau melalui aktivitas di ponsel. Cara ini mengetahui ternyata masih ada masyarakat berkumpul meski tidak ada aktivitas di kantor.

    “Google Traffic turun tajam artinya orang-orang tidak pergi ke kantor. Tetapi aktivitas Facebook masih sangat tinggi, aktivitas di rumah masih cukup banyak. Mereka enggak ke kantor, nongkrong di rumah kumpul-kumpul. Perintahkan Dandim cek ke daerah pemukiman untuk memastikan kerumunan tidak terjadi, mobilitas bisa diturunkan,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.