Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkominfo Ungkap Alasan Apple Belum Buka Pabrik iPhone di RI
    Insight News

    Menkominfo Ungkap Alasan Apple Belum Buka Pabrik iPhone di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Maret 2024Updated:26 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia terus berusaha mendorong Apple untuk membuka pabrik di tanah air. Namun, daya tarik Indonesia sebagai lokasi produksi iPhone dan Macbook terkendala oleh tidak adanya pemasok komponen lokal.

    Nyaris semua HP yang dijual di Indonesia harus dirakit di dalam negeri untuk memenuhi aturan tingkat komponen dalam negeri. Satu-satunya HP yang masih diimpor utuh adalah iPhone. Apple bisa tetap menjual iPhone di Indonesia karena memenuhi aturan TKDN menggunakan skema investasi, lewat pengucuran modal yang digunakan untuk membangun Apple Developer Academy di BSD, Batam, dan Surabaya.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menekankan bahwa pemerintah ingin agar jumlah produsen komponen elektronik, termasuk untuk pembuatan iPhone dan Macbook, terus bertambah di Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kehadiran para pemasok komponen di dalam negeri, jelasnya, adalah faktor utama untuk meningkatkan peran Indonesia dalam jejaring rantai pasok industri elektronik global. Peluang produsen HP membuka pabrik di Indonesia akan makin besar jika jumlah produsen komponen di tanah air makin banyak.

    “Kalau menarik [investasi], semua negara berlomba-lomba menarik. Cuma kita harus tunjukkan kita punya apa. Baseline apa yang bisa untuk melengkapi supaya [jadi bagian] dari supply chain global ini,” kata Menkominfo. “[Kita mau] Sebanyak-banyaknya [produsen komponen ada di Indonesia], tapi kan kita harus fokus, Indonesia bisa apa, yang kuat.”

    Budi Arie menjelaskan bahwa ada 280 komponen yang diproduksi oleh pabrik yang berbeda di dalam setiap satu unit iPhone. Laptop Apple juga dirakit menggunakan ratusan pemasok komponen yang berbeda.

    “Ini satu HP ini ada 280 komponen, dari mulai lensa, casing, kameranya,” paparnya.

    Namun, saat ini hanya ada satu pemasok komponen Apple yang berlokasi di Indonesia. Menkominfo menjelaskan komponen yang diproduksi di Indonesia hanya transistor untuk charger.

    Dalam daftar perusahaan pemasok komponen Apple, hanya ada dua produsen komponen yang pabriknya berlokasi di Indonesia. Dua perusahaan tersebut adalah Yageo Corporation di Batam dan Panasonic di Jawa Barat.

    Jumlah pemasok komponen di Indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Apple memiliki 17 perusahaan pemasok yang memiliki pabrik di Malaysia, 25 pabrik di Vietnam, dan 18 pabrik di Thailand.

    China adalah negara dengan jumlah pemasok komponen terbanyak yaitu 152 perusahaan. Di kampung halaman Apple saja, Amerika Serikat, hanya ada 32 perusahaan pemasok komponen.

    Menkominfo yakin Indonesia mampu menarik Apple dan perusahaan produsen komponennya untuk membuka lebih banyak fasilitas produksi lokal.

    “Tenang saja, kalau konsumen sudah gede pasti juga di sini,” katanya. “[Untuk menarik investasi] harus kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain, misal perindustrian dan keuangan, macam-macam,” jelas Budi Arie.



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.