Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Chip Terkencang di Dunia Seharga Mobil, Ini Kata Bos Nvidia
    Insight News

    Chip Terkencang di Dunia Seharga Mobil, Ini Kata Bos Nvidia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2024Updated:20 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Chip terkencang di dunia yang dipamerkan Nvidia pada pekan ini akan dijual dengan harga US$ 30.000-40.000 (Rp 472-629 jutaan). Kisaran tersebut setara dengan harga jual mobil listrik asal China seperti BYD.

    Kisaran harga chip teranyar Nvidia disampaikan sang CEO, Jensen Huang, dalam wawancara ‘Squark on Street’ bersama CNBC International.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut, Huang mengatakan riset dan pengembangan chip Blackwell B200 tersebut memakan bujet hingga US$ 10 miliar atau setara (Rp 157 triliun).

    Huang mengumumkan chip teranyar Nvidia untuk menyokong penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada awal pekan ini dalam acara tahunan GTC di San Jose, California.

    Menurut sang CEO, chip tersebut lebih kencang ketimbang GPU Hopper yang saat ini sudah tersedia di pasaran. Ia mengatakan keandalan chip B200 Blackwell mampu menjalankan teknologi AI dengan kapasitas tinggi. Kinerjanya 30 kali lebih cepat ketimbang pendahulunya.

    Lebih lanjut, Huang mengatakan perusahaan mematok target peningkatan pangsa pasar untuk data center hingga US$ 250 miliar.

    Bersamaan dengan peluncuran chip baru, Huang juga memamerkan beberapa inovasi software AI teranyar.

    “Anda bisa membangun chip untuk membuat software berjalan dengan baik. Namun, Anda tak bisa menciptakan pasar tanpa software. Yang membuat kami unik adalah, kami merupakan perusahaan chip satu-satunya yang bisa menciptakan pasar sendiri,” kata Huang, dikutip dari CNBC International, Rabu (20/3/2024).

    Komentar Huang mendorong pertumbuhan saham Nvidia. Dari yang mulanya turun 2% naik menjadi ‘hanya’ minus 1%.

    Adapun produk software yang diluncurkan dinamai Nvidia Inference Microservice yang dirancang untuk memudahkan pengoperasian GPU Nvidia generasi lama.

    Analis pasar menyambut baik kehadiran Blackwell. Bersamaan dengan itu, pasar juga memiliki harapan besar untuk Nvidia agar mampu mempertahankan posisinya di industri chip AI.

    “Menurut diskusi kami bersama pelaku industri, kami berharap Blackwell menjadi produk terkencang sepanjang sejarah Nvidia,” kata para analis.




    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.