Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Telegram Jual Utang Rp 5,18 Triliun, Modal Buat Lawan WhatsApp
    Insight News

    Telegram Jual Utang Rp 5,18 Triliun, Modal Buat Lawan WhatsApp

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Maret 2024Updated:19 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan di balik Telegram, aplikasi pesan instan, menggalang modal senilai US$ 330 juta (Rp 5,18 triliun) lewat penjualan obligasi.

    Penggalangan dana tersebut diumumkan oleh pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov lewat kanal Telegram pada Senin (18/3/2024) waktu setempat. 

    Durov mengklaim obligasi yang ditawar Telegram diburu oleh investor sehingga banjir penawaran (oversubscribed). Persyaratan obligasi tersebut, lanjutnya, juga menguntungkan untuk Telegram.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Peningkatan permintaan atas obligasi kami menunjukkan bahwa institusi keuangan global menghargai pertumbuhan Telegram, baik dalam hal pengguna maupun monetisasi,” kata Durov.

    Dalam wawancara dengan Financial Times pekan lalu, Durov menyatakan Telegram “berharap bisa mencetak profit tahun depan” seiring dengan makin dekatnya rencana perusahaan untuk melepas saham di bursa.

    Durov juga mengatakan bahwa penjualan obligasi “memperkuat posisi kami sebagai platform independen untuk menghadapi tantangan para Goliath di industri kami.”

    Perang lawan WhatsApp

    Tahun lalu, Durov mengklaim pertumbuhan Telegram membuat pesaing, termasuk WhatsApp, ketar-ketir. Durov menyebut Telegram kini menempati urutan kedua setelah WhatsApp dalam hal pangsa pasar. Ia mengutip data Apptopia yang berasal dari artikel Fortune.

    “Dalam 5 tahun terakhir, Telegram melampaui Facebook Messenger untuk menjadi aplikasi pesan singkat berbasis cloud paling populer,” tulis Durov.

    Ia sesumbar bahwa Telegram terus mendekati WhatsApp yang ada di urutan pertama. “Tidak heran pesaing kami khawatir,” imbuhnya.

    Dilihat dari data yang diunggah oleh Durov, Telegram kini mengantongi 31% pangsa pasar di Desember 2022. Jumlah ini melampaui Facebook Messenger dengan 21 persen, dan Signal yang hanya 3 persen.

    Sementara itu, WhatsApp ada di urutan pertama dengan pangsa pasar 44 persen.

    WhatsApp dan Telegram memang kerap saling melempar sindiran. Bos WhatsApp, Will Cathcart sempat mengingatkan pengguna Telegram karena aplikasi tersebut tidak aman.

    Peringatan itu dia sampaikan merujuk pada artikel Wired berjudul The Kremlin Has Entered the Chat. Dalam salah satu utasnya, Cathcart menjelaskan Telegram tak aman karena tidak didukung fitur keamanan end-to-end encryption secara bawaan.

    Dia juga mengutip artikel yang menyatakan Telegram bisa membagikan seluruh informasi rahasia pada pemerintah.

    “Telegram tidak dienkripsi dari ujung ke ujung [end-to-end encryption] secara default dan tidak ada untuk grup,” kata Cathcart.




    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.