Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jet Tempur Rafale Laku Keras Termasuk di RI, Ini Masalahnya
    Insight News

    Jet Tempur Rafale Laku Keras Termasuk di RI, Ini Masalahnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Maret 2024Updated:6 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jet tempur Rafale laku keras di sejumlah negara. Indonesia tercatat jadi salah satu pembeli pesawat tersebut.

    Selain Indonesia, ada sejumlah negara lain yang telah mengantri mendapatkan pesawat tersebut. Mulai dari Mesir, Yunani, India, QATAR, Kroasia, dan Uni Emirat Arab.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun sayang kabar baik diiringi dengan masalah baru. Pabrikan pesawat dilaporkan tidak bisa memenuhi permintaan yang menggunung itu.

    Salah satu daya tarik pemesanan jet Rafale adalah komitmen produsennya untuk menyelesaikan orderan dalam waktu 36 bulan. Namun, nampaknya produsen Dasssault Aviation akan kesulitan memenuhi waktu produksi tersebut.

    “Kesibukan penjualan Rafale membuat komitmen 36 bulan menjadi lebih menantang dan bahkan dapat membahayakan beberapa kesepakatan di masa depan,” kata International Institute for Strategic Studies, dikutip dari Business Insider, Rabu (6/3/2024).

    Belum jelas apakah pabrikan bisa memenuhi ratusan pesanan itu tepat waktu. Setidaknya ada 234 unit Rafale dibeli Perancis dan 261 unit oleh negara lain.

    Masalah akan kian meningkat tahun 2026-2033. Karena hanya ada 188 pesawat yang tersisa di pabrik Dassault.

    Namun, saat itu Dassault harus mengirimkan banyak pesawat ke berbagai negara. Mulai dari 174 unit ke Perancis, 42 unit ke Indonesia, 80 unit ke UEA, dan 10 unit ke Mesir.

    “Jika rata-rata produksi Dassault 20 Rafale per tahun pada 2024 dan 2025, tersisa 188 pesawat yang harus dikirimkan antara tahun 2026 dan 2033. Tingkat pengiriman saat itu hampir 24 pesawat per tahun,” ujar laporan tersebut.


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.