Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pentagon Punya Senjata Pembunuh Super, Manusia Kalah!
    Insight News

    Pentagon Punya Senjata Pembunuh Super, Manusia Kalah!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Februari 2024Updated:3 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Artificial Intelligence (AI) digunakan Amerika Serikat (AS) sebagai senjata perang. Teknologi canggih itu bertugas mengidentifikasi target.

    Pengembangan teknologi AI merupakan bagian dari Project Maven, hasil kerja sama Pentagon bersama Google. Namun akhirnya raksasa mesin pencarian memilih mundur setelah ribuan pegawainya mengkritik kerja sama tersebut.

    Namun ternyata teknologi tersebut tetap digunakan oleh pasukan AS di Timur Tengah, meski Google tak lagi bekerja sama dengan Pentagon. Kepala Pejabat Teknologi Komando Pusat AS, Schuyler Moore menjelaskan mereka menggunakannya untuk mengidentifikasi target potensial dengan drone atau satelit.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penggunaan algoritma penargetan itu dilakukan setelah Hamas melakukan serangan pada 7 Oktober 2023.

    Nampaknya algoritma itu masih tetap perkasa. Mengutip laman Engadget, Rabu (28/2/2024), teknologi itu berhasil mengidentifikasi lebih dari 85 serangan udara di Timur Tengah sepanjang bulan ini, menemukan peluncur roket di Yaman dan kombat permukaan di Laut Merah.

    AI untuk perang tersebut dikembangkan dalam Project Maven. Proyek tersebut sebenarnya kerjasama Pentagon dengan Google.

    Teknologi AI buatan Google digunakan untuk menganalisa rekaman drone dan gambar bendera yang akan ditindaklanjuti oleh manusia. Namun Google akhirnya memilih mundur dari kerja sama ini pada 2019.

    Banyak karyawan Google yang mengkritik kerja sama dengan Pentagon. Bahkan ribuan orang meminta perusahaan mengakhiri kemitraan.

    Meski senjata yang digunakan telah berbasis AI, Moore memastikan manusia masih terlibat dalam pelaksanaannya. Teknologi tersebut tidak berjalan sendirian di tengah medan perang.

    Bagi orang yang terlibat akan melakukan pemeriksaan dan verifikasi rekomendasi target. Selain itu, mereka akan mengusulkan cara menyerang dan senjata yang digunakan.



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.