Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Sengsara di China, Nasib iPhone di Ujung Tanduk
    Insight News

    Apple Sengsara di China, Nasib iPhone di Ujung Tanduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Februari 2024Updated:7 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Posisi iPhone di China terancam gara-gara ketatnya persaingan dengan pemain lokal seperti Huawei dan Xiaomi. Terbaru, SMIC yang merupakan pemasok chip bagi Huawei dilaporkan akan membangun fasilitas produksi tambahan di Shanghai.

    Dengan begitu, Huawei tak akan lagi kekurangan pasokan komponen, sehingga produksi HP bisa berjalan lancar. Hal ini dilaporkan Financial Times mengutip dua sumber dalam yang familiar dengan rencana tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, Huawei selama ini berdarah-darah karena tak bisa mengakses chip canggih dari AS, menyusul pemblokiran yang dilakukan pemerintahan Joe Biden. Alhasil, Huawei kesulitan mengembangkan HP premium yang mendukung jaringan 5G.

    Namun, kondisi itu telah teratasi. Huawei kembali bangkit dengan meluncurkan flagship Mate 60 pada akhir tahun lalu. HP premium Huawei pertama sejak 2019 tersebut membuat dominasi iPhone terguncang.

    Laporan Counterpoint di dua pekan awal 2024 menunjukkan Huawei telah menggeser iPhone sebagai raja ponsel China.

    Fasilitas baru SMIC di Shanghai tak hanya akan menguntungkan Huawei, tetapi juga produsen HP China lain yang selama ini terhambat membeli semikonduktor dari AS.

    SMIC sendiri merupakan perusahaan chip yang dibekingi pemerintah China. Perusahaan ini juga masuk dalam daftar hitam AS selain Huawei.

    Hal ini membuktikan pemblokiran besar-besaran yang dilakukan Joe Biden nyatanya mendorong industri teknologi China untuk lebih mandiri dan tak tergantung dengan Barat.

    Bak senjata makan tuan, pembatasan dagang Joe Biden justru merugikan Apple yang merupakan perusahaan kebanggaan AS.

    Selama beberapa bulan terakhir, Apple memang menghadapi hambatan di China yang merupakan salah satu pasar kuncinya. Secara global, produsen Apple tersebut melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 2% di Q4 2024 dengan penjualan US$ 119,6 miliar.

    Namun, bisnisnya di China anjlok parah. Apple melaporkan pendapatan dari Negeri Tirai Bambu turun 13%. Seri iPhone 15 tak terlalu diminati karena peluncurannya berdekatan dengan Huawei Mate 60.

    Selain itu, beredar isu pemerintah China memperluas blokir iPhone di lingkungan pemerintahan.




    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.