Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kasih Peringatan ke Joe Biden, Petaka di Depan Mata
    Insight News

    Google Kasih Peringatan ke Joe Biden, Petaka di Depan Mata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Februari 2024Updated:7 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google mengungkap temuan baru yang mengancam keamanan di dunia maya. Beberapa perusahaan software yang menjual produk keamanan untuk institusi pemerintah diam-diam memiliki tool peretasan berbahaya.

    Google mengimbau pemerintah Amerika Serikat (AS) dan para sekutu untuk memperketat aturan bagi industri software pengintai (spyware), dikutip dari Reuters, Rabu (7/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selama ini, firma spyware legal mengklaim produk mereka memperkuat keamanan sistem pemerintah. Namun, teknologi yang mereka tawarkan terbukti digunakan untuk meretas ponsel warga sipil, oposisi politik, dan para jurnali, selama satu dekade terakhir.

    Industri spyware memang makin disorot sejak firma spyware asal Israel, NSO Pegasus, ditemukan tersemat pada ponsel banyak orang, termasuk para aktivis hak asasi manusia.

    Dalam laporan pekan ini, peneliti Google mengatakan NSO merupakan salah satu pemain besar. Namun, banyak juga firma-firma kecil yang turut membantu penyebaran teknologi mata-mata untuk penggunaan yang berbahaya.

    “Pemerintah banyak yang bermitra dengan perusahaan spyware komersial. Namun, vendor-vendor ini terbukti meningkatkan peretasasan yang melemahkan keamanan internet secara keseluruhan,” kata tim peneliti Google TAG.

    “Sektor privat bertanggung jawab atas sebagian besar tool berbahaya yang kami temukan,” laporan tersebut menambahkan.

    Pemerintahan Joe Biden dan sekutu pada ahir tahun lalu sudah berkomitmen untuk memperketat aturan bagi industri software pengintaian.

    Hal ini dilakukan setelah ditemukan setidaknya 50 pegawai pemerintah AS di 10 negara menjadi target spyware.

    Peneliti Google memberikan daftar beberapa layanan yang mampu menembus sistem keamanan di ponsel Android dan iPhone. Antara lain software dari firma Italia Cy4Gate dan RCS Labs, firma Mesir Intellexa, serta firma yang lebih kecil seperti Variston dari Spanyol dan Negg Group dari Italia.

    Di situs Negg Group, firma tersebut mengatakan perusahaannya fokus untuk menawarkan produk keamanan siber (cybersecurity). Namun, Google menemukan software Negg Group telah digunakan untuk memata-matai sejumlah orang di Italia, Malaysia, dan Kazakhstan.

    Sementara itu, Google juga mendeteksi Variston membuat software yang diam-diam menginfeksi perangkat pengguna melalui browser Chrome, Mozilla Firefox, atau aplikasi iOS.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.