Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Menyerah, iPhone Terpaksa Jadi Mirip HP Android
    Insight News

    Apple Menyerah, iPhone Terpaksa Jadi Mirip HP Android

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2024Updated:26 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple membuat rencana baru untuk menambahkan biaya dan batasan ketika nanti mulai mengizinkan software pihak ketiga di luar App Store diunduh pada perangkatnya.

    Mekanisme tersebut kerap diistilahkan ‘sideloading’ dan selama ini sudah bisa dilakukan di HP Android. 

    Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal. Beberapa bulan sebelumnya, Uni Eropa memberlakukan Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) untuk menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi besar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tujuan aturan itu adalah menumpas praktik monopoli dan memudahkan masyarakat dalam memilih layanan yang terbaik.

    Laporan WSJ menyebutkan rencana Apple yang hanya berlaku di Eropa, memungkinkan pengguna mengunduh software lain ke iPhone untuk pertama kalinya tanpa menggunakan App Store.

    Meta juga dilaporkan akan membuat beberapa penyesuaian untuk mematuhi DMA. Raksasa Menlo Park tersebut mengumumkan akan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih cara menikmati layanannya. Namun, tak dijelaskan lebih rinci mekanismenya seperti apa.

    DMA yang berlaku di Uni Eropa mulai 7 Maret 2024 menyatakan bahwa perusahaan teknologi raksasa harus memperlakukan produk dan layanan mereka seperti produk dan layanan milik pesaing.

    Dalam laporan yang berbeda, Apple berencana banding atas keputusan Uni Eropa yang menempatkan App Store di dalam daftar antimonopoli digital.

    Di Inggris, Apple juga digugat US$ 1 miliar oleh sekitar 1.500 developer yang merasa dirugikan oleh aturan App Store.

    Kebijakan Apple juga dikritik oleh Mark Zuckerberg, CEO Meta, induk usaha Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Menurutnya, kebijakan dan struktur pungutan di App Store bermasalah dan penuh konflik kepentingan.

    “Kami selalu ingin membantu developer untuk mendistribusikan aplikasi kami, dan opsi baru akan memberikan kompetisi lebih,” kata Meta. “Developer pantas menerima lebih banyak cara untuk menawarkan aplikasi buatan mereka ke orang yang menginginkannya.”




    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.