Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tesla Tak Laku, Elon Musk Siapkan Mobil Listrik Murah
    Insight News

    Tesla Tak Laku, Elon Musk Siapkan Mobil Listrik Murah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2024Updated:25 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sepanjang tahun lalu, Tesla terus melancarkan strategi pemotongan harga untuk menggenjot penjualan mobil. Namun, sepertinya taktik itu tak cukup efektif menangkal kencangnya persaingan di China.

    Selain itu, mendiskon produk mobil mahal akan membahayakan bisnis Tesla dalam jangka panjang. Hal ini sudah diutarakan para investor ke CEO Tesla Elon Musk.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Alhasil, Musk mengatakan Tesla akan menelurkan mobil listrik (EV) yang lebih murah. Generasi mobil Tesla selanjutnya bisa jadi dihargai US$ 25.000 atau setara Rp 395 jutaan.

    Mobil dengan harga lebih murah itu sudah dibocorkan lewat biografi Musk yang ditulis Walter Isaacson. Dalam biografi itu, disebutkan Musk punya ambisi menelurkan mobil dengan harga lebih terjangkau.

    Namun, Musk belum secara gambal menyebut harga mobil murah masa depan Tesla. Namun, jika benar bisa di harga US$ 25.000, maka Tesla menawarkan mobil litrik termurah buata Amerika Serikat (AS), dikutip dari Wired, Kamis (25/1/2024).

    Saat ini, Tesla menjual produk dasar Model 3 seharga US$ 35.100. Digadang-gadang, mobil murah Tesla akan mulai dipasarkan pada 2025 mendatang.

    Harga mobil listrik yang masih relatif mahal menjadi salah satu penghambat masyarakat umum dalam mengadopsi produk tersebut. Dalam survey global dari Deloitte beberapa saat lalu, banyak orang tertarik memiliki mobil listrik tetapi merasa tak mampu membelinya. Fenomena ini utamanya terjadi di Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang.

    Sejatinya biaya operasional pemilik mobil listrik lebih efisien. Sebab, tak perlu isi bensin. Perawatannya pun dikatakan relatif lebih murah. Namun, biaya beli mobil listrik yang mahal membuat produk ini tak terlalu ‘seksi’ di mata masyarakat.

    Perusahaan riset otomotif Kelley Blue Book mengatakan harga rata-rata mobil konvensional di AS terpatok US$ 48.800, sementara mobil listrik US$ 50.800.

    (fab/fab)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.