Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bisnis Internet Berubah Total, Spotify Lepas Cengkraman Apple
    Insight News

    Bisnis Internet Berubah Total, Spotify Lepas Cengkraman Apple

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Januari 2024Updated:25 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Spotify mulai menjual buku audio dan menerima pembayaran langganan streaming di aplikasi mereka. Langkah ini diambil setelah Apple kalah di pengadilan sehingga model bisnis aplikasi HP di Eropa berubah total.

    Dengan langsung menjual audiobook dan menerima pembayaran langganan di aplikasi sendiri, Spotify bisa menghindar dari potongan 30 persen yang dipungut Apple dari tiap transaksi di toko aplikasi App Store.

    Pungutan 30 persen di App Store sudah lama menjadi topik sengketa hukum antara Apple dan pengembang aplikasi, termasuk Spotify. Menurut Spotify, pungutan dari Apple memaksa mereka menetapkan harga langganan lebih mahal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Selama bertahun-tahun, aturan Apple menyatakan bahwa kami tidak bisa memberi tahu Anda tentang beragam penawaran, berapa biaya sebetulnya [produk yang dijual], atau tempat membelinya,” kata Spotify di blog resmi perusahaan. “DMA [Digital Market Act] berarti kami bisa mengabarkan detail tentang diskon, promosi, hingga pilihan pembayaran lain di Uni Eropa.”

    DMA yang berlaku di Uni Eropa mulai 7 Maret 2024 menyatakan bahwa perusahaan teknologi raksasa harus memperlakukan produk dan layanan mereka seperti produk dan layanan milik pesaing.

    Apple berencana banding atas keputusan Uni Eropa yang menempatkan App Store di dalam daftar antimonopoli digital, yang merupakan kepanjangan dari penetapan DMA.

    Di Inggris, Apple juga digugat US$ 1 miliar oleh sekitar 1.500 developer yang merasa dirugikan oleh aturan App Store.

    Kebijakan Apple juga dikritik oleh Mark Zuckerberg, CEO Meta, induk usaha Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Menurutnya, kebijakan dan struktur pungutan di App Store bermasalah dan penuh konflik kepentingan.

    “Kami selalu ingin membantu developer untuk mendistribusikan aplikasi kami, dan opsi baru akan memberikan kompetisi lebih,” kata Meta. “Developer pantas menerima lebih banyak cara untuk menawarkan aplikasi buatan mereka ke orang yang menginginkannya.”



    Artikel Selanjutnya


    Potret Sesak Warga China Antre di Apple Store Demi iPhone 15

    (dem/dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.