Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa Teknologi China Berantakan, Jack Ma Turun Gunung
    Insight News

    Raksasa Teknologi China Berantakan, Jack Ma Turun Gunung

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2024Updated:10 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada awal dekade ini, Alibaba dinobatkan sebagai perusahaan paling berharga di Asia. Namun tampaknya raksasa teknologi China itu kini berada dalam krisis.

    Alibaba yang didirikan oleh miliarder Jack Ma itu telah berjuang untuk mempertahankan statusnya sebagai perusahaan teknologi terkemuka di kawasan Asia, di tengah upaya restrukturisasi besar-besaran yang terjadi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada Maret 2023, Alibaba mengumumkan program restrukturisasi yang membaginya menjadi enam bisnis yang dipimpin oleh CEO terpisah. Namun sayangnya restrukturisasi itu tidak berjalan sesuai rencana.

    Seorang karyawan mengatakan banyak staf Alibaba tidak tahu apa yang terjadi, sehingga menimbulkan kebingungan sampai akhirnya mereka dipecat setelah unit bisnis mulai dipisah.

    Sementara yang lain berpendapat bahwa karyawan yang bekerja di unit yang merugi mengajukan petisi kepada para pemimpin untuk tidak menghentikan operasi mereka.

    Mengutip Business Insider, tanda-tanda bahwa program restrukturisasi Alibaba tidak berjalan sesuai rencana pertama kali muncul pada November. Ketika mengumumkan pendapatan untuk tiga bulan hingga September, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya tidak lagi sepenuhnya memisahkan perusahaan cloud-nya.

    Alibaba diketahui membawahi beberapa platform e-commerce seperti Tmall dan Taobao. Alibaba juga menghadirkan layanan penyimpanan data cloud, logistik, sampai hiburan.

    Laporan tersebut menyebutkan perluasan pembatasan AS terhadap ekspor chip komputasi canggih baru-baru ini telah menciptakan ketidakpastian.

    Restrukturisasi juga menghalangi upaya Alibaba untuk mengalahkan pesaing bisnis e-commerce domestiknya. Konsultan yang berbasis di Beijing, Duncan Clark, menyebut pesaingnya seperti perusahaan saudara TikTok, Douyin dan PDD, sebagai ancaman.

    Alibaba tidak segera menanggapi permintaan komentar Business Insider.

    Menurut laporan Financial Times, pada November tahun lalu, Jack Ma mendesak Alibaba untuk berubah dan melakukan reformasi.

    “Saya sangat yakin bahwa Alibaba akan berubah dan melakukan reformasi,” tulis Ma dalam sebuah postingan yang dipublikasikan di forum internal Alibaba. “Saya yakin karyawan Alibaba selalu memperhatikan dan mendengarkan,” imbuhnya.

    Dia menanggapi postingan karyawan tentang hasil keuangan kuartal ketiga tahun lalu yang “menakjubkan” dari PDD Holdings, yang membuat pesaing baru Alibaba tersebut hampir melipatgandakan pendapatannya menjadi US$9,4 miliar.

    Intervensi Ma terjadi pada saat kritis bagi Alibaba, dengan pimpinan barunya Eddie Yongming Wu memikirkan kembali rencana restrukturisasi perusahaan.


    Artikel Selanjutnya


    CEO Alibaba Mendadak Lepas Bisnis Cloud, Ada Apa?

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.