Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dihabisi Amerika Dipecat, Pemilik Binance Malah Tambah Kaya
    Insight News

    Dihabisi Amerika Dipecat, Pemilik Binance Malah Tambah Kaya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:28 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kekayaan Changpeng Zhao melonjak pada akhir tahun ini. Hal tersebut terjadi usai dia dituntut pengadilan Amerika Serikat (AS) dan mengundurkan diri dari kursi CEO Binance.

    Laporan Bloomberg Billionaires Index menyebutkan kekayaan Zhao lebih dari US$37 miliar (Rp 570,5 triliun). Jumlah itu naik hampir US$25 miliar (Rp 385,5 triliun), dikutip dari The Block, Kamis (28/12/2023).

    Namun kekayaannya saat ini memang masih jauh dari awal 2022 yang mencapai US$97 miliar (Rp 1.495 triliun). Bahkan, juga turun dari Juli senilai US$50,4 miliar (Rp 777,2 miliar).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pria 46 tahun harus menghadapi masalah hukum pada November lalu. CZ dan Binance mengaku bersalah atas pelanggaran anti pencucian uang dan sanksi dalam pengadilan AS.

    Binance disebutkan melanggar aturan anti pencucian uang AS. Salah satunya karena tidak melaporkan 100 ribu transaksi mencurigakan dari organisasi yang ditetapkan sebagai teroris.

    Selain itu, Binance juga tidak pernah melaporkan transaksi dengan website tempat penjualan material pornografi di bawah umum. Raksasa bursa kripto juga disebut sebagai tujuan penyimpanan dan hasil pemerasan hacker.

    Pengadilan juga menolak permintaan Zhao untuk berpergian ke luar negeri. Larangan keluar AS dikeluarkan hingga proses sidang dimulai.

    Jadi dia tak bisa pulang ke Uni Emirat Arab, tempat tinggalnya selama ini. Namun Zhao tak ditahan karena membayar jaminan sebesar US$175 juta (Rp 2,6 triliun).

    “Tersangka miliarder yang telah mengaku bersalah, menghadapi potensi hukuman penjara, dan rumahnya berada di negara tanpa perjanjian ekstradisi dengan US, pada mayoritas kasus, ia ditahan,” tulis dokumen yang dikirim penuntut umum ke pengadilan.

    Zhao menghadapi tuntutan 18 bulan penjara. Pembacaan hukumannya akan berlangsung pada 23 Februari 2024 mendatang.

    Binance menyepakati membayar denda senilai US$4,3 miliar. Sementara Zhao membayar US$50 juta.

    Mundurnya Zhao dari kursi CEO juga termasuk dari bagian kesepakatan penyelesaian masalah aktivitas ilegal Binance.



    Artikel Selanjutnya


    SBF Dihukum 115 Tahun, 6 Bos Kripto Ini ‘Tunggu Giliran’

    (npb/npb)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.