Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Punya Saingan Baru Penjajah Antariksa
    Insight News

    Starlink Punya Saingan Baru Penjajah Antariksa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Desember 2023Updated:18 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Eropa sedang dalam tahap penawaran akhir untuk menetapkan konstelasi satelit UE senilai 6 miliar euro (Rp 101 triliun). Satelit itu dirancang untuk bersaing dengan Starlink milik Elon Musk dan Kuiper milik Jeff Bezos.

    Namun, konstelasi satelit yang dinamai IRIS² tersebut berisiko kehilangan momentum tren kecerdasan buatan (AI). Birokrasi yang ruwet dikhawatirkan membuat sistem IRIS² ketinggalan zaman bahkan sebelum diluncurkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Badan Antariksa Eropa mengatakan pihaknya akan mencari tawaran akhir untuk mengembangkan sistem komunikasi yang aman. Ini merupakan proyek unggulan yang sebagian didorong oleh peran Starlink milik Musk.

    Untuk saat ini, satu-satunya penawar yang diketahui melakukan kontrak utama dengan IRIS² adalah konsorsium Airbus, Thales Alenia Space, Eutelsat, Hispasat, dan SES.

    Sebanyak 170 satelit akan mengamankan komunikasi bagi pemerintah Uni Eropa dan membuka layanan broadband komersial baru ke wilayah yang kurang terlayani pada tahun 2025 dan 2027.

    “Saat ini, IRIS² berisiko ketinggalan zaman bahkan sebelum diluncurkan,” tulis mantan kepala angkatan udara Prancis Denis Mercier dan mantan eksekutif Airbus Marc Fontaine dalam opini yang disponsori untuk Politico, dikutip dari Reuters, Senin (18/12/2023).

    Keduanya terlibat dengan perusahaan rintisan AI pertahanan Jerman, Helsing, yang menawarkan perangkat lunak AI.

    “Ketika IRIS² diperkenalkan, AI masih menjadi teknologi yang dinilai agak futuristik,” tulis mereka.

    “Namun, dalam dua atau tiga tahun terakhir, dunia telah mengetahui bahwa AI sudah sampai tahap matang dan siap diterapkan secara praktis di mana saja.”

    Komisi Eropa mengatakan pihaknya sudah mengambil tindakan terkait hal ini.

    “Dimasukkannya kemampuan kecerdasan buatan dalam algoritma yang menjalankan sistem IRIS² merupakan jalan yang sangat menjanjikan yang saat ini sedang dipertimbangkan,” kata juru bicara Komisi Eropa.



    Artikel Selanjutnya


    Harga Internet Elon Musk Cuma Segini, Pantas Bos XL Waswas

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.