Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»HP dan Laptop Bekas Jangan Dijual, Cek Peringatan BSSN
    Insight News

    HP dan Laptop Bekas Jangan Dijual, Cek Peringatan BSSN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2023Updated:15 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bagi Anda yang ingin menjual perangkat seperti laptop atau HP bekas sebaiknya jangan dijual. Sebab ada bahaya yang mengintai saat itu.

    “Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan BSSN Sandromedo Christa Nugroho dikutip dari CNN Indonesia.

    Terdapat pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa mengambil data dan informasi di dalam perangkat. Meskipun data-data tersebut telah dihapus sebelumnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, data yang dihapus dari trash bin juga masih bisa dilakukan pemulihan. Termasuk juga yang ada dalam riwayat data terhapus di dalam ponsel.

    Sebagai informasi, dalam elektronik terdapat dua jenis memori yakni volatile dan non volatile. Memori volatile merupakan jenis memori dalam komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan namun akan hilang saat perangkat mati, misalnya memori jangka pendek (random-access memory atau RAM).

    Sementara non-volatile merupakan memori dengan data yang tetap ada meski perangkat mati. “Karena ada memori-memori yang sifatnya bisa jadi metadata, itu kita bisa lakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik digital forensik, dan ada data yang bisa dipulihkan, meski kemungkinan tidak 100 persen data terbaru,” jelas dia.

    Bagi yang ingin tetap menjual perangkat, disarankan untuk mengganti hard disk terlebih dulu. Dengan begitu bisa menghindari risiko data diambil oleh pihak yang tidak dikenal.

    “Kami sarankan memori memang diambil dulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan hard disk lain, namun kalau misalkan memang bisa, baiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti,” terangnya.


    Artikel Selanjutnya


    Gara-Gara Mafia IMEI, 190.000 HP Mau Dimatikan


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.