Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Media Asing Sorot TikTok Shop Gabung Tokopedia di RI
    Insight News

    Media Asing Sorot TikTok Shop Gabung Tokopedia di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Desember 2023Updated:12 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok Shop akan kembali buka di Indonesia setelah 2 bulan tutup. Layanan e-commerce milik TikTok itu bekerja sama dengan Tokopedia melalui investasi senilai US$ 1,5 miliar.

    Menurut email yang disebar TikTok ke para seller, fitur-fitur TikTok Shop sudah bisa diakses mulai hari ini, Senin (11/12/2023). Sementara itu, para pembeli mulai bisa mengakses layanan TikTok Shop pada Selasa (12/12) besok, bertepatan dengan Hari Belanja Nasional. 

    Penggabungan TikTok Shop dengan Tokopedia ini turut disorot media asing. Reuters mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang disasar TikTok untuk meluncurkan TikTok Shop untuk memanfaatkan basis pengguna yang besar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, TikTok Shop juga menjadi alat untuk berkompetisi dengan platform online lain yang tumbuh pesat seperti Shein dan Temu. Keduanya turut memanfaatkan TikTok sebagai channel pemasaran.

    Reuters menyebut investasi TikTok ke Tokopedia sebesar US$ 1,5 miliar menjadikan layanan asal China itu sebagai pemegang saham pengendali unit e-commerce GoTo tersebut.

    Berdasarkan kesepakatan tersebut, TikTok akan membeli 75,01% saham Tokopedia milik GoTo, seharga US$840 juta dan menyuntikkan bisnis TikTok Shop di Indonesia ke dalam entitas Tokopedia yang lebih besar.

    Reuters juga meminta tanggapan dari analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam laporannya.

    “Kita perlu melihat gangguan pasar seperti apa yang akan terjadi setelah kemitraan ini,” kata Maximilianus, dikutip dari Reuters, Senin (11/12/2023).

    Dalam keterangan resmi TikTok dan GoTo, disebutkan bahwa kemitraan strategis keduanya dimulai dengan periode uji coba melalui konsultasi erat dan pengawasan oleh regulator setempat.

    TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance asal China, memiliki 124 juta pengguna di negara Asia Tenggara dan berupaya mengubah basis pengguna yang besar tersebut menjadi sumber pendapatan utama e-commerce.

    Transaksi TikTok dan Tokopedia kabarnya akan selesai pada kuartal pertama tahun 2024. Tokopedia akan menerima surat promes senilai US$1 miliar dari TikTok yang dapat digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja.

    “TikTok telah berkomitmen untuk berinvestasi lebih dari US$1,5 miliar pada entitas yang diperbesar ini dari waktu ke waktu, untuk menyediakan pendanaan masa depan yang dibutuhkan oleh bisnis tersebut, tanpa dilusi tambahan pada GoTo,” kata keterangan resmi mereka.

    Industri e-commerce Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar US$160 miliar pada tahun 2030 dari US$62 miliar pada tahun ini, menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Co.


    Artikel Selanjutnya


    Gibran Sebut Shadow Ban di TikTok, Ini Penjelasannya

    (fab/fab)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.