Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Diretas Hacker, Ada Apa dengan Situs Website RI?
    Insight News

    Banyak Diretas Hacker, Ada Apa dengan Situs Website RI?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Oktober 2021Updated:27 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Dua pekan terakhir, publik tanah air dikagetkan dengan aksi peretasan website oleh hacker. Diketahui situs web Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), database Bank Jatim, dan sub-domain BSSN telah jadi korban hacker. Apa masalahnya?

    Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan peretasan memang bagian yang tidak terhindarkan saat hidup di dunia digital. Sebab banyak perusahaan besar yang juga jadi korban sebut saja Microsoft, LinkedIn, dan Yahoo.

    Namun yang perlu jadi sorotan adalah banyaknya institusi pemerintah yang jadi korban. “Tetapi memang ada satu hal yang perlu disoroti kenapa banyak institusi pemerintah yang menjadi korban ini perlu yang menjadi perhatian,” kata Alfons kepada CNBC Indonesia.

    Dia mengatakan hal ini kembali pada manpower dan metode maintenance. Salah satu yang jadi perhatian adalah sistem pembuatannya berdasarkan proyek dan setelahnya selesai, padahal keamanan merupakan proyek jangka panjang.

    Dengan adanya pandemi, Alfons mengatakan harus ada perubahan jadi orang yang terlibat tidak gagap digital.

    “Kebanyakan pemerintah mungkin masih banyak gagap digital. Urusan dengan data mungkin orang-orang yang tidak gagap digital, misalnya milenial lebih banyak dan banyak yang tua-tua. Yang tua boleh kalau jago boleh,” jelasnya.

    Soal standard keamanan juga harus dijalankan yakni menggunakan ISO 270001. Dengan cara ini maka akan sulit diretas.

    Pertanyaannya apakah pihak yang berwenang yakni Kementerian Kominfo juga menegur dan mengawasi pihak pemerintah lain soal keamanan. Jangan hanya galak kepada pihak swasta saja, ungkapnya.

    “Jangan galaknya hanya ke entrepreneur ke swasta. Lalu lembaga pemerintah sendiri tidak diawasi sama saja bohong,” kata Alfons.

    “Swasta tidak karena secara tidak langsung harus mengikuti ISO 270001. Kalau mengikuti jadi lebih sulit. Lembaga pemerintah beberapa kasus yang dialami malah saling membela. Misalnya eHac itu BSSN bilang enggak bocor”.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.