Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Facebook Dicap Teroris, Jadi Buronan Rusia
    Insight News

    Bos Facebook Dicap Teroris, Jadi Buronan Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 November 2023Updated:28 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu bos Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) masuk daftar pencarian Menteri Dalam Negeri Rusia pada sejak Februari 2023. Hal tersebut dilaporkan media asal Rusia pada Minggu (26/11) waktu setempat.

    Menurut Mediazona, media Rusia yang tak terafiliasi dengan pemerintah, Andy Stone yang merupakan salah satu petinggi Meta dicap sebagai pelaku terorisme yang tak terspesifikasi lebih lanjut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Media pemerintah Rusia, TASS, juga melaporkan Stone menjadi buronan berdasarkan Kode Kriminal Rusia, dikutip dari BusinessInsider, Senin (27/11/2023).

    Stone menjabat sebagai Communications Director Meta. Ia sudah bekerja di raksasa media sosial tersebut sejak 2014, berdasarkan informasi pada akun LinkedIn personalnya.

    Mediazona juga melaporkan bahwa Stone telah ditahan dalam status ‘absentia’, yakni tanpa kehadiran tersangka, dalam keputusan pengadilan Rusia pada pertengahan November lalu.

    Kendati demikian, tak diungkap pelanggaran apa yang dilakukan oleh Stone. Pada daftar buronan Menteri Dalam Negeri Rusia, tak tercantum kasus yang dihadapi Stone.

    Kasus ini menambah daftar panjang upaya Rusia untuk menjatuhkan Meta. Sebelum perang pecah di Ukraina, produk Meta seperti Facebook dan Instagram populer digunakan oleh masyarakat setempat.

    Namun, kini layanan di bawah Meta telah diblokir di Rusia. Meta sebagai entitas juga dicap ‘teroris’ dan organisasi ‘ekstrem’ sejak Oktober 2022.

    Kendati demikian, WhatsApp yang juga merupakan anak usaha Meta masih bisa beroperasi di Rusia, menurut laporan Mediazona.

    Pada Maret 2022, Rusia juga melayangkan gugatan ke Meta dengan tuduhan mempromosikan aktivitas terorisme, setelah layanan itu mengganti aturan ujaran kebencian untuk pengguna Ukraina dan Polandia.

    Meta tak segera menanggapi permintaan konfirmasi atas kasus yang menjerat salah satu karyawannya.


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Mendadak Mau Kabur, Ogah Adu Jotos Lawan Zuck

    (fab/fab)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.