Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Israel-Amerika Bikin Robot Pembunuh Super Canggih, Ngeri!
    Insight News

    Israel-Amerika Bikin Robot Pembunuh Super Canggih, Ngeri!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 November 2023Updated:23 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penerapan AI untuk membuat drone super canggih sebagai senjata pembunuh manusia sebentar lagi menjadi kenyataan, menurut laporan The New York Times.

    Senjata otomatis yang mampu mendeteksi dan membidik target menggunakan AI telah dikembangkan oleh beberapa negara. Antara lain Israel, Amerika Serikat (AS), dan China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kritikus mengatakan ‘robot pembunuh’ menandai pengembangan AI yang mengkhawatirkan. Hidup-mati manusia seakan diserahkan sepenuhnya ke mesin tanpa campur tangan manusia.

    Beberapa negara telah melobi PBB untuk mengeluarkan kebijakan pelarangan AI dalam menciptakan drone pembunuh. Namun, AS merupakan salah satu negara yang menentang negosiasi tersebut.

    Israel, Rusia, dan Australia juga sependapat dengan AS. Negara-negara ini ingin pengembangan teknologi untuk kepentingan militer tak dibatasi, menurut laporan The Times.

    “Isu ini adalah poin paling signifikan untuk masa depan kemanusiaan,” kata Alexander Kmentt, ketua negosiator Austria, kepada The Times, dikutip Kamis (23/11/2023).

    “Peran manusia dalam penggunaan senjata merupakan isu yang fundamental, menyangkut hukum dan etika,” ia menambahkan.

    Menurut laporan yang dipublikasikan awal tahun ini, Pentagon sedang menyiapkan ribuan drone yang ditenagai AI untuk kebutuhan militer, dikutip dari Business Insider.

    Dalam pidato pada Agustus lalu, Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Kathleen Hicks mengatakan teknologi drone berbasis AI akan membuat negara yang dipimpin Joe Biden tersebut unggul dibandingkan kekuatan militer China.

    “Kita akan melawan pasukan China dengan pasukan kita. Namun, pasukan kita lebih sulit diakali, sulit dijatuhkan, sulit dikalahkan,” kata dia, menurut laporan Reuters.

    Sekretaris Angkatan Udara AS Frank Kendall mengatakan drone berbasis AI akan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan militer di bawah supervisi manusia.

    “Mengandalkan keputusan manusia dan menyerahkannya kepada mesin merupakan penentuan soal menang dan kalah. Kita tak akan kalah,” kata dia.

    “Saya rasa orang-orang tak akan menentang ini [drone AI]. Sebab, ini akan memberikan keuntungan besar jika kita meletakkan batasannya ke manusia,” ia menambahkan.

    Pada Oktober lalu, The New Scientist mengatakan drone yang dikontrol AI telah dikerahkan dalam perang Ukraina melawan invasi Rusia. Namun, tak jelas apakah alat tersebut menyebabkan kerugian ke manusia.

    Pentagon tak segera menanggapi permintaan konfirmasi.


    Artikel Selanjutnya


    Pengacara Tertipu ChatGPT, Dibuatkan Kasus Rekayasa

    (fab/fab)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.