Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Miris! AS Buang Jutaan Vaksin Saat Negara Miskin Kekurangan
    Insight News

    Miris! AS Buang Jutaan Vaksin Saat Negara Miskin Kekurangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2021Updated:18 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Amerika Serikat (AS) diketahui telah membuang jutaan vaksin Covid-19. Padahal banyak warga negara-negara miskin belum mendapatkan vaksinasi.

    Berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) setidaknya 15 juta dosis vaksin Covid-19 telah dibuang AS antara Maret hingga September 2021. Investigasi terpisah menemukan 1 juta dosis vaksin dibuang di 10 negara bagian antara Desember hingga Juli.

    Negara bagian Louisiana telah membuang 224.000 dosis vaksin. Alabama membuang 65.000 vaksin, Tennessee hampir 200.000 vaksin, dan Wisconsin telah membuat ribuan dosis.

    Laporan ini menjadi kondisi yang miris sebab hanya 1% populasi negara miskin yang telah menerima dosis pertama pada Juli 2021. Sementara beberapa negara maju sudah menyuntikkan vaksin pada lebih dari setengah populasinya.

    Ada beberapa alasan mengapa vaksin terbuang sia-sia: terkadang botol pecah atau tidak mengandung dosis sebanyak yang dijanjikan; terkadang jarum tidak berfungsi; freezer rusak atau listrik padam.

    Bisa juga karena warga yang mau divaksin tidak datang dan dosis yang disisihkan untuk mereka dalam botol tidak digunakan. Bisa juga karena vaksin sudah kadaluarsa, seperti dilaporkan Guardian dan dikutip CNBC Indonesia, Senin (18/10/2021).

    Pemerintahan Joe Biden sendiri telah mendorong menggunakan stok vaksin AS sebagai booster, namun ada perdebatan di kalangan lembaga ilmiah tentang siapa yang membutuhkan vaksin booster.

    Joe Biden telah berjanji untuk memvaksinasi 70% dunia pada tahun depan, dan telah berkomitmen untuk menyumbangkan beberapa juta dosis untuk digunakan di luar negeri.

    Sementara itu, banyak negara berjuang untuk memberikan vaksin kepada mereka yang paling rentan dan mereka yang bekerja di garis depan pandemi, sementara orang Amerika menolak imunisasi.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.