Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Kabar Inti Bumi Miring di Laut RI, Ini Efeknya
    Insight News

    Heboh Kabar Inti Bumi Miring di Laut RI, Ini Efeknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Oktober 2021Updated:16 Oktober 2021Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sebuah laporan mengejutkan datang dari ilmuwan Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa inti bumi di bawah laut Indonesia tumbuh miring. Temuan ini berasal dari Seismolog University of California, Berkeley, Amerika Serikat yang mengungkapkan bahwa inti bumi di bawah laut Indonesia tumbuh miring. Laporan itu dikutip olehThe Independent.

    Miringnya inti bumi bawah laut Indonesia terjadi karena inti besi padat di tengah planet telah tumbuh lebih cepat di bawah Laut Banda di Indonesia.

    Di sisi lain, inti bumi di Indonesia kehilangan panas lebih cepat daripada wilayah lain seperti Brasil. Akibatnya, pendinginan terjadi lebih cepat akibat kristalisasi besi penyusun inti.

    Penemuan ini terungkap ketika para ilmuwan sedang mempelajari gelombang seismik, yakni getaran bawah tanah yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang itu melewati inti besi padat dari planet.

    Perlu diketahui, inti bumi berada sekitar 3.000 kilometer di bawah permukaan bumi. Bagian ini berbentuk seperti bola dan mengandung besi dan nikel.

    Di atas inti bumi ada mantel, yang terdiri dari mantel dalam (300-2.890 km di bawah permukaan bumi) dan mantel luar (10-300 km di bawah permukaan bumi). Sementara lapisan paling luar adalah kerak bumi.

    Yang mengejutkan lagi, hal ini ternyata sudah terjadi sejak 500 tahun lalu. Tapi belum diketahui mengapa proses pendinginan terjadi dengan cepat di RI.

    “Satu-satunya cara kami dapat jelaskan adalah sisi satunya tumbuh lebih cepat disbanding yang lain,” kata penulis utama studi Daniel Frost, seismolog di University of California, Berkeley.

    Penemuan bahwa inti bumi di Indonesia kehilangan panas lebih cepat ini membawa ilmuwan pada suatu kesimpulan baru, soal mengapa kristalisasi besi lebih condong di barat (Laut Banda) dibanding Timur (Brasil).

    Peneliti menyebut ada pertumbuhan asimetris, 60% lebih tinggi ke sisi barat. Namun diyakini peneliti, pertumbuhan asimetris ini bukan berarti akan ada catat atau resiko lain yang membuatnya tidak seimbang.

    Meski begitu, Frost mengatakan ada misteri lainnya yang masih harus dipecahkan.

    “Pertanyaannya adalah, apakah ini mengubah kekuatan medan magnet?” ujarnya.

    Medan magnet bumi adalah medan geomagnetic yang menjangkau dari bagian dalam bumi hingga ke batas di mana medan magnet bertemu radiasi matahari.

    Secara sederhana medan magnet bumi memantulkan sebagian besar angina matahari, yaitu arus partikel bermuatan dari matahari yang mampu mengionisasi (mengurai) di lapisan atmosfer bumi.

    Kompas yang digunakan manusia bergantung pada medan magnet bumi. Hewan juga memanfaatkan medan magnet bumi untuk bermigrasi.

    Frost mengatakan pihaknya akan segera melakukan penelitian kembali membahas hal ini. Frost mengatakan bahwa dia telah mulai mengerjakan penelitian baru dengan tim geomagnetis untuk menyelidiki beberapa kemungkinan dari misteri pertumbuhan miring inti.

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.