Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Mau Jadi Presiden, Pabrik iPhone di China Digerebek
    Insight News

    Bos Mau Jadi Presiden, Pabrik iPhone di China Digerebek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Oktober 2023Updated:25 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pabrik iPhone di China digebrek karena menjadi target audit pajak. Beberapa cabang Foxconn, raksasa manufaktur perangkat teknologi asal Taiwan, diduga melanggar hukum dan regulasi yang berlaku di negara tersebut.

    Foxconn merupakan mitra Apple selama bertahun-tahun. Pabrikan itu paling banyak menyuplai iPhone ke seluruh dunia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Departemen sumber daya alam China juga melakukan inspeksi langsung ke fasilitas Foxconn untuk melihat penggunaan lahan di provinsi Henan dan Hubei.

    Namun, tak dijelaskan lebih lanjut kapan periode investigasi pemerintah China ke fasilitas Foxconn berlangsung.

    “Prinsip dasar operasional kami di seluruh dunia adalah mematuhi hukum yang berlaku,” kata Foxconn dalam keterangan resminya, dikutip dari Reuters, Selasa (24/10/2023).

    Foxconn tak merinci lebih lanjut soal dugaan pelanggaran yang dituduhkan. Raksasa Taiwan itu cuma memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

    Deputi Dekan di Taiwan Research Institute of Xiamen University, Zhang Wensheng, mengatakan audit penggunaan lahan merupakan prosedur normal yang dilakukan ke perusahaan yang diduga menyalahi aturan.

    “Cabang Foxconn harus kooperatif dengan audit dan investigasi yang dilakukan pemerintah setempat. Jika terbukti melanggar aturan, mereka harus mengakuinya dan menanggung penalti,” kata dia.

    Bos Foxconn Mau Jadi Presiden

    Penggrebekan pabrik iPhone itu terjadi tak lama setelah kabar pendiri Foxconn, Terry Gou, mencalonkan diri jadi Presiden Taiwan. Agustus lalu ia membeberkan janji-janjinya jika bisa duduk di kursi orang nomor 1 di negara tersebut.

    Beberapa janjinya berfokus pada ekonomi Taiwan, salah satunya menjanjikan ekonominya bisa lebih sukses dari Singapura. Meskipun, ada juga yang terkait masalah politik, termasuk terkait perjanjian damai dengan China.

    Khusus terkait China, dia dianggap lumayan mengetahui cara menanggapi negara Tirai Bambu tersebut. Sebab, Foxconn memiliki banyak investasi di China, yakni fasilitas pabrik produksi Apple.

    Nama Terry Gou muncul saat bakal calon presiden dari partai yang berkuasa, Partai Progresif Demokratik (DPP), dinilai dalam posisi yang kuat. Namun, kandidat lainnya dinilai kurang kompetitif.

    Nampaknya sebagai cara menambah suara, Guo meminta kandidat di luar DPP untuk bersatu. Bahkan jika memungkinkan mendukungnya ke kursi presiden.

    Sebagai informasi, pemilihan ini bisa diikuti dengan kandidat yang mendapatkan banyak suara. Jadi Guo butuh waktu kurang dari setengah tahun mengumpulkan suara untuk bisa maju.

    Pemilihan presiden Taiwan akan berlangsung pada Januari 2024 mendatang. Guo butuh 290 ribu tandatangan agar bisa menjadi kandidat independen dan membangun koalisi pendukung.


    Artikel Selanjutnya


    Ambisi Modi Kuasai Chip Runtuh, Foxconn Cabut dari India

    (fab/fab)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.