Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Gali Lubang 10 Kilometer Cari Harta Karun di Perut Bumi
    Insight News

    China Gali Lubang 10 Kilometer Cari Harta Karun di Perut Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Oktober 2023Updated:16 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id  – Awal tahun ini, China mulai menggali lubang sedalam 10.000 meter atau 10 kilometer ke dalam Bumi. Galian ini merupakan lubang terdalam yang pernah digali manusia.

    Proyek tersebut menggali 10 lapisan batuan dan berharap dapat menemukan batuan dari Zaman Kapur, lapisan yang dikenal sebagai Sistem Kapur, yang berusia 145 juta tahun.

    Galian itu dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber daya mineral, serta membantu menilai risiko lingkungan seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, demikian dikutip dari IFL Science, Senin (16/10/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, Quanyou Liu dari Universitas Peking di China, yang akrab dengan proyek tersebut, mengatakan kepada New Scientist bahwa pengeboran tersebut dapat menjangkau lebih jauh ke masa lampau, mulai dari periode Kambrium 541 hingga 485 juta tahun yang lalu.

    “Di sini, di Cekungan Tarim, mungkin terdapat minyak,” kata Liu.

    Menurutnya tujuan lain dari pengeboran tersebut adalah untuk mengetahui apakah masih terdapat minyak dan gas di kedalaman yang sangat dalam.

    Hal ini masuk akal, mengingat proyek tersebut dipimpin oleh National Petroleum Corp milik China.

    Menurut perusahaan, lubang tersebut akan menguji teknologi pengeboran baru, serta membantu mempelajari struktur internal Bumi.

    Lubang tersebut, meski sangat dalam, bukanlah lubang terdalam yang dibuat manusia di Bumi. Gelar sebagai lubang terdalam diberikan kepada Kola Superdeep Borehole, di Semenanjung Kola di barat laut Rusia.

    Proyek tersebut, yang berlangsung dari 24 Mei 1970 hingga setelah runtuhnya Uni Soviet, memperlihatkan cabang lubang terdalam yang mencapai 11.034 meter di bawah permukaan laut.

    Tim menemukan bahwa bebatuan jauh di bawah Bumi, ternyata jauh lebih basah dari yang mereka perkirakan.

    Sebelum lubang bor ditemukan, para ilmuwan mengira air tidak akan menembus batu sedalam itu. Mereka juga berharap menemukan lapisan basal di bawah granit benua tersebut, karena lapisan inilah yang ditemukan di kerak samudera.

    Sebaliknya, tim tersebut menemukan di bawah granit beku terdapat granit metamorf. Karena kerak benua seluruhnya terbuat dari granit, hal ini merupakan bukti adanya lempeng tektonik. Sebuah teori baru mulai diterima ketika mereka mulai menggali lubang bor.


    Artikel Selanjutnya


    Fenomena Ular Raksasa Tertangkap Melilit Permukaan Matahari

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.