Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos GoTo Jelaskan Alasan Aplikasi Gopay Tampak Sederhana
    Insight News

    Bos GoTo Jelaskan Alasan Aplikasi Gopay Tampak Sederhana

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Oktober 2023Updated:15 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – GoTo telah resmi meluncurkan Gopay sebagai sebuah aplikasi tersendiri, dari yang selama ini hanya bergantung pada aplikasi Gojek maupun Tokopedia. Namun, aplikasi Gopay dibuat sangat sederhana.

    President of Financial Technology GoTo Hans Patuwo mengungkapkan alasan dibalik sederhananya tampilan aplikasi Gopay. Ia mengaku, mulanya ingin menjadikan Gopay sebagai aplikasi dengan banyak fitur, namun itu urung dilaksanakan.

    “Aplikasi Gopay yang kami luncurkan Juli, sangat berbeda dari yang kami bayangkan,” katanya dalam acara UOB Conference 2023 dikutip (14/10/2023).

    Ia menjelaskan, penyebab utama sederhananya aplikasi Gopay karena pola perilaku masyarakat Indonesia yang cenderung menginginkan sebuah aplikasi berbentuk sederhana.

    Maka, aplikasi Gopay didesain memiliki konten yang jauh lebih sedikit dengan ukuran file yang jauh lebih kecil dibanding aplikasi lain. Selain itu, Gopay hanya menyediakan fitur layanan yang sangat dasar.

    “Saat kami memulai merancang, kami punya banyak ide hebat. Apa yang terjadi di belahan dunia lain, fitur terbaru yang ingin kami bawa ke Indonesia. Namun, saat kami melakukan riset pasar, termasuk ke kota tier 2 dan tier 3. Responsnya jelas. Mereka bertanya, ini semua buat apa?” ucap Hans.

    Hans pun mengaku optimistis bahwa peluang pertumbuhan industri digital di Indonesia masih sangat besar, termasuk di fintech. Ia memastikan GoTo akan terus mendorong usahanya turut berkontribusi pada pergerakan ekonomi Indonesia.

    Dia memaparkan bahwa bisnis GoTo berkontribusi secara langsung dan tidak langsung terhadap 1 persen – 2 persen produk domestik bruto Indonesia. Per 2022, GoTo didukung oleh 2,5 juta mitra pengemudi, 18 juta pedagang, dan 16 juta pengguna.

    “Namun, tidak seperti China, kita masih punya jalan yang panjang untuk tumbuh,” katanya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Artikel Selanjutnya


    Isu Krisis Ojol Hantam Aplikasi, Grab Buka-bukaan Data Driver

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.