Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hamas-Israel Menggila, Bos Facebook Dapat Ultimatum 24 Jam
    Insight News

    Hamas-Israel Menggila, Bos Facebook Dapat Ultimatum 24 Jam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Oktober 2023Updated:13 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisioner Eropa untuk pasar internal, Thierry Breton, memberikan ultimatum kepada CEO Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp), Mark Zuckerberg. Ia mengatakan Meta wajib membasmi penyebaran disniformasi di platformnya dalam waktu 24 jam.

    Peringatan itu menyusul konflik yang pecah antara Hamas dan Israel sejak akhir pekan lalu. Informasi soal insiden berdarah tersebut marak berseliweran di media sosial.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sayangnya, menurut Breton, banyak informasi yang tak akurat dan menyesatkan. Hal ini membuat ketegangan antara kubu Hamas dan Israel makin panas.

    “Saya minta Anda untuk mematuhi aturan Digital Service Act (DSA) dalam waktu yang telah ditetapkan. Tindakan tegas akan kami lakukan jika masih ada konten ilegal yang tersebar di UE,” kata Breton pada Zuckerberg dalam surat resminya, dikutip dari Reuters, Kamis (12/10/2023).

    DSA merupakan aturan yang berlaku di UE. Inti dari aturan tersebut adalah mewajibkan platform internet untuk menghapus semua konten ilegal, misalnya yang bermuatan negatif dan memiliki unsur disinformasi.

    Sebelumnya, Breton juga memberikan peringatan keras ke Elon Musk terkait penyebaran konten ilegal dan disinformasi soal Hamas-Israel di X, platform media sosial yang dulu bernama Twitter. Musk terancam denda 6 persen dari pendapatan tahunan X.

    Breton mengirim langsung peringatan tersebut dalam surat ke Elon Musk. Ia menyatakan ada indikasi bahwa beberapa kelompok menyebarkan berita bohong serta konten kekerasan dan terorisme di X. Musk juga diminta memberikan respons dalam 24 jam.

    Peneliti, media, dan kelompok lain sebelumnya sudah bersuara soal penyebaran konten soal Hamas-Israel di X. Menurut mereka, banyak konten yang sesat, bohong, dan tidak jelas asal usulnya yang menciptakan kebingungan soal konflik Hamas-Israel.

    Breton mengingatkan ke Musk soal aturan yang tercantum dalam DSA. Ia mengatakan “ada kewajiban yang sangat detail soal moderasi konten” dan X harus “sangat transparan dan jelas tentang konten apa yang diizinkan serta menegakkan kebijakan tersebut secara konsisten dan teliti.”

    Breton yakin penegak hukum di Eropa telah menghubungi X. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar Musk dan tim untuk segera merespons permintaan mereka.

    “Saya ingatkan, setelah penyelidikan dan temuan ketidakpatuhan, penalti akan diberikan,” kata Breton.


    Artikel Selanjutnya


    Konflik Hamas-Israel Makin Panas Gegara Elon Musk

    (fab/fab)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.