Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Blokir China, CEO Takut Teknologi AS Tertinggal
    Insight News

    Joe Biden Blokir China, CEO Takut Teknologi AS Tertinggal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2023Updated:12 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO RISC-V International takut langkah pemerintah Amerika Serikat terhadap teknologi sumber terbuka akan memperlambat pengembangan chip baru dan menghambat industri teknologi global.

    Komentar tersebut muncul setelah Reuters pekan lalu melaporkan bahwa semakin banyak anggota parlemen AS yang menyerukan pemerintahan Biden untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada RISC-V, teknologi sumber terbuka yang diawasi oleh yayasan nirlaba RISC-V International.

    Teknologi RISC-V dapat digunakan sebagai bahan pembuatan chip untuk smartphone atau kecerdasan buatan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan-perusahaan besar AS seperti Qualcomm dan Google menggunakan teknologi RISC-V, begitu pula perusahaan China seperti Huawei Technologies Co.

    Dalam postingan blognya, Calista Redmond, kepala RISC-V International, mengatakan RISC-V tidak berbeda dengan standar teknologi terbuka lainnya seperti ethernet, yang membantu komputer di internet berkomunikasi satu sama lain.

    “Tindakan yang direncanakan oleh pemerintah untuk melakukan pembatasan standar terbuka yang belum pernah terjadi sebelumnya akan berdampak pada berkurangnya akses ke pasar global untuk produk, solusi, dan talenta,” tulis Redmond, dikutip dari Reuters, Rabu (11/10/2023).

    “Memberlakukan dua standar akan menghasilkan solusi yang tidak kompatibel sehingga menduplikasi upaya dan menutup pasar.”

    Redmond menulis bahwa RISC-V telah memperoleh kontribusi yang setara dari Amerika Utara, Eropa dan Asia. Standar yang diterbitkan oleh yayasan tersebut bukan cetak biru lengkap untuk membuat chip.

    Dengan membuka standar RISC-V untuk semua pihak, tidak berarti teknologi RISC-V jadi mudah dijiplak. Redmond menegaskan informasi yang tersedia lewat platform open source mereka sama saja dengan informasi yang tersedia di teknologi privat milik perusahaan lain seperti Arm Holdings.


    Artikel Selanjutnya


    Perang Chip, Joe Biden Utus Anak Buah Menghadap Xi Jinping

    (dem/dem)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.