Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ada Perang Tarif Internet, Pengusaha Sebut Era Telepon Rp 1
    Insight News

    Ada Perang Tarif Internet, Pengusaha Sebut Era Telepon Rp 1

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2023Updated:4 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang tarif antara operator seluler masih terjadi. Namun yang terjadi sekarang disebut lebih baik dari era GSM dan CDMA, di mana harganya dibanting hingga Rp 1.

    “Sekarang lebih baik dibandingkan dulu 2010an di jaman GSM vs CDMA tarifnya itu dulu Rp 1 dan itu berat kalau perang tarifnya kayak gitu lagi,” kata Anggota Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Rudi Purwanto ditemui di Jakarta, Senin (2/10) lalu.

    Sementara untuk sekarang, dia menjelaskan kondisinya jauh lebih baik. Meskipun kompetisi antar pemain tetap tinggi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Contoh tadi saya sebutkan 1 GB itu Rp 6.000 rupiah itu jauh lebih kecil dari negara-negara lain yang Rp 20 ribu atau bahkan Rp 32 ribu,” ungkapnya.

    Pihak operator seluler juga ingin membicarakan soal tarif layanan dengan pemerintah. Rudi menjelaskan terkait dengan restrukturisasi harga jadi bisa membuat industri lebih baik.

    Namun, Rudi menambahkan, restrukturisasi harga itu harus diikuti dengan kualitas. Jadi juga akan berdampak ke semua aspek yang ada.

    Pihak operator juga masih melakukan evaluasi terkait harga yang optimal. Karena menurutnya, terdapat banyak komponen untuk mendapatkan harga terbaik untuk industri.

    “Kalau yang bisa kami lakukan saat ini jelas benchmarking dulu. Tapi sampe sekarang masih mengevaluasi untuk dapat angka persisnya berapa,” jelas Rudi.

    Rudi juga ditanya soal insentif kepada operator yang diwacanakan pemerintah untuk mengoptimalkan jaringan 5G. Rudi menjelaskan ada beberapa masukan terkait hal ini, misalnya mendapatkan reimburse mengurangi Biaya Hak Penyelenggara Telekomunikasi atau BHP.

    “Jadi misalkan kami di tahun pertama setelah lelang bayar X rupiah. Nanti di tahun kedua dan ketiga kami minta itu sebagai faktor pengurang sampai 0. Itu juga tentu akan banyak membantu kami karena akan mengurangi komponen opex dari kami semua operator,” kata dia.



    Artikel Selanjutnya


    Operator Seluler Minta Menkominfo Budi Arie Turunkan Harga

    (npb/npb)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.