Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Riset Bukti Gamer Hidup Sehat, Tapi Penuh Masalah di Kasur
    Insight News

    Riset Bukti Gamer Hidup Sehat, Tapi Penuh Masalah di Kasur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2023Updated:19 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian membuktikan bahwa persepsi soal gamer adalah orang yang pemalas dan tidak fit, salah. Mayoritas penggemar video game ternyata adalah terbiasa hidup sehat. 

    Studi di jurnal Computers in Human Behavior menyelidiki kesehatan fisik dan mental 270 orang gamer di Portugal, yang paling sedikit bermain video game 7 jam setiap pekan.

    Tujuan dari penelitian adalah mengelompokkan dua perilaku gamer yaitu mereka yang sering bermain video game tetapi berbadan sehat dan kebiasaan main game yang “bermasalah.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Gaming bisa menjadi hobi dan tidak semua orang kencanduan,” kata Joan Cardoso, psikolog dari Universitas of Maia, sebagai salah satu penulis laporan penelitian tersebut, seperti dikutip dari Futurism, Selasa (19/9/2023).

    Peneliti menyebar kuesioner kepada partisipan yang berusia antara 16 hingga 60 tahun yang isinya membahas kebiasaan dan gaya hidup termasuk aktivitas fisik, tidur, dan pola makan.

    Ternyata, rata-rata gamer “hanya” bermain video game sekitar 3,5 jam setiap hari. Mayoritas gamer menyatakan mereka juga rajin beraktivitas fisik, baik olahraga permainan maupun angkat beban.

    Penelitian juga membuktikan bahwa persepsi para pemain video game gemar “ngemil” dan mengonsumsi minuman energi secara berlebihan, tidak benar. Mayoritas pemain video game, berdasarkan hasil riset di Portugal, tidak bermain video game sambil makan.

    Hasilnya, peneliti menemukan bahwa angka kecanduan game (Internet Gaming Disorder) sangat rendah yaitu kurang dari 2 persen dari seluruh sampel.

    Satu-satunya masalah yang ditemukan oleh para peneliti adalah soal pola tidur. Dua dari tiga gamer yang disurvei, punya pola tidur yang sangat buruk meskipun mereka tidak terlalu lama bermain video game.

    Kekurangan tidur tidak hanya terjadi akibat paparan “cahaya biru” dari layar video game. Sekitar 60 persen gamer menyatakan mereka rajin meminum kopi.

    Kesimpulan utama dari penelitian, menurut Cardoso, adalah belum ada data yang jelas untuk mengelompokkan kecanduan video game secara klinis sebagai salah satu bentuk kecanduan.

    (dem/dem)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.