Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Segini Penghasilan Warga RI Korban Judi Online, Ga Sampai UMP
    Insight News

    Segini Penghasilan Warga RI Korban Judi Online, Ga Sampai UMP

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2023Updated:19 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Judi online ternyata dimainkan oleh lapisan masyarakat ekonomi lemah, bahkan ditemukan pada mereka dengan penghasilan Rp 100 ribu per hari.

    Kepala Biro Humas PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisi Transaksi Keuangan), Natsir Kongah menjelaskan mereka memilih untuk menggunakan sebagian besar uangnya untuk bermain judi dibandingkan memenuhi kebutuhan dasarnya.

    “Kemudian penghasilan orang yang bermain judi kebanyakan masyarakat di bawah rata-rata misalnya Rp 100 ribu per hari,” kata Natsir, dikutip dari kanal Youtube Trijaya FM, Selasa (19/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Warga dengan penghasilan Rp 100 ribu per hari setara dengan pendapatan sekitar Rp 3 juta setiap bulan. Pendapatan ini lebih kecil dari upah minimum di wilayah Jakarta yaitu Rp 4,8 juta setiap bulan.

    “Harusnya bisa memenuhi menu dasar dari keluarga, beli susu anak. Tapi uang Rp 100 ribu dipakai judi,” ujar dia.

    Bukan hanya itu, dia menjelaskan judi juga membuat banyak rumah tangga hancur. Selain itu, ditemukan pula ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah yang juga bermain judi online.

    “Sesuatu yang meresahkan, karena memang orang-orang yang terlibat di dalam judi ini khususnya judi online banyak ibu rumah tangga, anak-anak sekolah dasar,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Natsir juga memaparkan perputaran uang terkait judi online terus mengalami peningkatan. Bahkan ini terjadi saat di tengah pandemi Covid-19 lalu.

    Pada 2021 dilaporkan sebanyak Rp 51 triliun dan meningkat menjadi lebih dari Rp 80 triliun. Natsir menjelaskan banyak orang mengharapkan untuk bisa mendapatkan pendapatan lebih.

    Natsir menjelaskan demand yang besar membuat judi bertumbuh dan berkembang dengan sangat besar. Untuk itu dia mengingatkan adanya pendidikan baik di keluarga maupun sekolah untuk memberantas masalah perjudian ini.

    “Agar demand bermain judi dengan demikian bisa ditekan,” ungkap Natsir.



    Artikel Selanjutnya


    Blokir Higgs Domino Island, Menkominfo Hitung Rugi Warga RI

    (dem)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.