Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gelar Sekolah Tinggi Tak Jamin Bebas Ancaman AI, Ini Buktinya
    Insight News

    Gelar Sekolah Tinggi Tak Jamin Bebas Ancaman AI, Ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2023Updated:12 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak orang yang khawatir dengan keberadaan teknologi kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence). Bahkan, para lulusan sekolah tinggi yang seharusnya merasa ‘aman’ ternyata tak lepas dari ketakutan menganggur gara-gara pekerjaannya direnggut oleh AI. 

    Sebuah studi dari Gallup mewawancarai 1.014 pekerja asal Amerika Serikat (AS) di atas 18 tahun. Salah satu hasilnya adalah peningkatan kekhawatiran di kalangan pekerja dengan pendidikan perguruan tinggi.

    Jumlahnya saat ini mencapai 20%, naik lebih dari dua kali lipat dari 8% pada tahun 2021 lalu. Para peneliti Gallup mengatakan fakta ini karena keberadaan alat AI yang canggih seperti chatbot AI buatan OpenAI, ChatGPT.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut mereka, perkembangan teknologi AI generatif bisa mengubah stereotip mengenai apa yang bisa dilakukan komputer di tempat kerja.

    “Di tengah perubahan itu, bisa dipahami pekerja AS khususnya yang punya gelar sarjana lebih khawatir soal dampak teknologi dengan karier mereka,” kata peneliti Gallup, dikutip dari Yahoo, Selasa (12/9/2023).

    Kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan karena teknologi juga dialami oleh pekerja berusia muda. Survei itu melaporkan pekerja berusia 18-34 tahun pada semua tingkat pendidikan jauh lebih khawatir dibandingkan pekerja yang berusia di atas 35 tahun.

    Ketakutan yang sama juga dirasakan bagi mereka yang berpenghasilan kurang dari US$100 ribu per tahun, jika dibandingkan dengan pekerja yang mengantongi gaji US$100 ribu atau lebih per tahunnya.

    Selain itu, hasil survei juga menyatakan 22% peserta survei merasa khawatir teknologi membuat pekerjaan mereka menjadi kuno.

    Selain itu, 31% responden mengaku khawatir mereka akan kehilangan tunjangan seperti layanan kesehatan dan cuti berbayar. 24% takut adanya pengurangan gaji diikuti dengan PHK dan pemotongan jam operasional pada bisnis.



    Artikel Selanjutnya


    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    (fab/fab)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.