Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Influencer Bikin Rugi, Brand Jualan Pakai Pegawai Sendiri
    Insight News

    Influencer Bikin Rugi, Brand Jualan Pakai Pegawai Sendiri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2023Updated:10 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China mulai mengalihkan penggunaan influencer untuk pemasaran. Brand di negara tersebut memilih berjualan menggunakan karyawan sendiri.

    Sebelumnya, para influencer akan tampil saat memasarkan produk, termasuk saat diskon. Namun ternyata penggunaan mereka malah menggerus profit brand, dikutip dari laporan Nikkei Asia, Kamis (7/9/2023).

    Influencer disebut membuat margin keuntungan menjadi tipis. Bahkan ada yang merugi karena biaya yang dibayarkan makin mahal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Akhirnya sejumlah brand memutuskan tak lagi menggunakan influencer. Sebagai gantinya, para karyawan akan hadir saat penjualan di live streaming yang memicu perubahan dalam industri ecommerce.

    Industri ecommerce memang tengah dalam masa perubahan. Selain tidak lagi menggunakan influencer, brand juga tidak menerima pesanan lewat link dalam video.

    Pergeseran lainnya terlihat saat festival belanja 618. Jd.com dilaporkan menampilkan karakter wanita buatan komputer yang melakukan streaming langsung soal produk segar, seperti ceri dan buah persik.

    Selama streaming berlangsung, sebuah pesan berisi produk yang dimasukkan penonton pada keranjang belanja virtual mereka. Karakter yang ditampilkan JD merupakan satu dari ratusan host vortual yang disediakan selama penjualan 618.

    Ternyata penggunaan host virtual mampu mendorong pendapatan perusahaan. JD.com melaporkan jumlah pendapatannya melonjak hampir 400% selama penjualan terbaru dibandingkan live sebelumnya pada bulan November.

    Penjualan live streaming di China juga kian berkembang pesat. Penayangan streaming langsung Taobao dan Tmall meningkat 43% selama penjualan 618.

    Di bulan Desember sendiri, live streaming ditonton hingga 750 juta penonton. Jumlah tersebut, berdasarkan data perusahaan riset China Wind, merupakan 70% pengguna internet China.

    Pasar live di ecommerce atau platform lain mendulang lebih dari 1,2 triliun yuan pada 2021, menurut iResearch. Konsultan China memperkirakan pasar ini tumbuh 1,8 kali lipat pada tahun 2025.


    Artikel Selanjutnya


    Influencer-Buzzer China Digusur, 67.000 Akun Medsos Ditutup


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.