Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Robot India Deteksi Getaran Misterius di Permukaan Bulan
    Insight News

    Robot India Deteksi Getaran Misterius di Permukaan Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 September 2023Updated:10 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa minggu yang lalu, robot penjelajah Chandrayaan-3 milik India berhasil mendarat di permukaan Bulan. Keberhasilan ini menjadikan India negara keempat yang berhasil mendarat di Bulan, dan negara pertama yang mendarat di dekat kutub selatan.

    Sejak mendarat, robot tersebut menjalankan misi untuk memeriksa komposisi tanah di Bulan. Tujuannya untuk mendeteksi belerang, aluminium, kalsium, besi, kromium, titanium, mangan, silikon, dan oksigen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain menjalankan misi utama, robot bernama Vikran juga memberikan beberapa temuan yang cukup menarik.

    Dilengkapi dengan Instrumen untuk Aktivitas Seismik Bulan (ILSA), Vikram telah memantau pergerakan, baik yang disebabkan oleh benturan ke Bulan, penjelajah yang menggerakkan tanah, atau gempa alami di satelit Bumi tersebut.

    “ILSA terdiri dari enam akselerometer sensitivitas tinggi, yang dibuat secara lokal menggunakan proses Silicon Micromachining,” jelas Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), dikutip dari IFL Science, Jumat (8/9/2023).

    Selain mendeteksi pergerakan rover, ISRO juga mendeteksi peristiwa yang tampaknya wajar pada 26 Agustus 2023. Saat ini peristiwa tersebut sedang diselidiki.

    Gempa terdeteksi di Bulan melalui seismograf yang diambil oleh program Apollo AS, sehingga memberikan data berharga tentang susunan Bulan.

    Menafsirkan data tersebut, para ilmuwan berpendapat bahwa Bulan memiliki inti dalam yang lebarnya sekitar 500 kilometer, jauh lebih padat dibandingkan Bumi.

    Gempa Bulan diperkirakan tidak disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik, seperti di Bumi. Sebaliknya, gravitasi bumi diperkirakan menyebabkan tekanan pasang surut yang kuat di Bulan, sehingga memecahkannya dan menyebabkan potongan-potongan tersebut bergesekan.

    Dengan selesainya misi seismograf Apollo pada tahun 1977, pendarat Vikram diharapkan dapat memberi tahu lebih banyak tentang gempa ini, dan bagaimana pengaruhnya terhadap Bulan.

    (fab/fab)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.