Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Bikin Rusuh, Ilmuwan Dunia Terbelah Dua Kubu
    Insight News

    ChatGPT Bikin Rusuh, Ilmuwan Dunia Terbelah Dua Kubu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2023Updated:30 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuat para ilmuwan di dunia terbagi menjadi dua kubu.

    Hal ini disampaikan oleh profesor pakar AI dari Universitas Chukyo Jepang, Pitoyo Hartono, di Kantor BRIN, Rabu (30/8/2023).

    “Menariknya dalam 3-4 bulan ini, peneliti-peneliti ini mulai berseteru dengan munculnya ChatGPT,” kata dia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ilmuwan Geoffrey Hinton dari Universitas Toronto dan Yoshua Bengio dari Universitas Montreal, mengatakan bahwa AI sekarang ini adalah ancaman.




    Foto: (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)
    Profesor pakar AI dari Universitas Chukyo Jepang, Pitoyo Hartono. (CNBC Indonesia/Intan Rakhmayanti Dewi)

    Keduanya berpendapat bahwa hadirnya AI seperti ChatGPT menimbulkan bahaya. Sebab, menurut mereka, AI akan menjadi berubah menjadi superhuman, di mana kekuatannya melebihi kecerdasan manusia yang bisa dikontrol.

    Sedangkan Yann Lecun dari Universitas New York mengatakan, bahwa orang-orang ini terlalu penakut terhadap AI. Ia menilai tidak ada ancaman dari teknologi ini.

    “Jadi mereka yang sebelumnya bekerjasama secara erat skrng agak terpisah, ada dua kubuh dalam AI,” ujarnya

    “Lalu, seperti biasa Jepang selalu berdiri di posisi yang netral,” imbuhnya

    Diaspora yang sudah 35 hidup di Jepang itu melihat adanya kubu atau beda pendapat dalam dunia sains merupakan hal yang biasa.

    Di satu sisi, ia memang melihat ada ancaman yang muncul dari AI. Tapi solusinya bukan menghentikan penelitian terkait AI.

    Diperlukan regulasi baru untuk mengatur teknologi ini, serta dialog antar kubu untuk mencari jalan tengah.

    saya melihat ai ini, ada ancaman yg muncul dari Ai, tp solusinya bukan kita melakukan moratorium dg menghentikan penelitian AI gitu, itu ngga menyelesaikan masalah.

    “Suatu saat kita harus menyatukan ini dengan berdialog, kita harus mempunyai semacam konsensus apa yang harus kita lakukan terhadap AI . Dan dialog seperti ini (di dunia) belum terjadi.”pungkasnya.


    Artikel Selanjutnya


    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    (fab/fab)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.