Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Sulap, di Tanggal Ini Bayangan Warga DKI ‘Hilang’
    Insight News

    Bukan Sulap, di Tanggal Ini Bayangan Warga DKI ‘Hilang’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Agustus 2023Updated:29 Agustus 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Warga di wilayah-wilayah Indonesia siap-siap mengalami peristiwa hari tanpa bayangan. Diperkirakan, hal itu akan terjadi pada bulan September-Oktober 2023 nanti.

    Khusus di Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, fenomena ini akan terjadi lagi pada 9 Oktober 2023. Sebelumnya, BMKG mencatat, peristiwa ini terjadi pada 5 Maret 2023.

    “Secara umum, kulminasi utama tahun 2023 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2023 di Sabang, Aceh. Dan, pada 8 September 2023 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur,” demikian mengutip keterangan resmi BMKG di situs resmi, Selasa (29/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lalu apa itu hari tanpa bayangan dan mengapa terjadi? Berikut penjelasan BMKG.

    Menurut BMKG, karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi, posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun. Yaitu, antara 23,5o LU sampai dengan 23,5o LS.

    “Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari,” tulis BMKG.

    BMKG menyebutkan, tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB.

    Dan, pada 21 Juni 2023 pukul 21.57 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.




    Foto: Waktu Kulminasi (BMKG)
    Waktu Kulminasi (BMKG)

    Lalu bagaimana terjadinya?

    Menurut BMKG, kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena di saat matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

    “Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit,” tulis BMKG.

    “Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’ karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,” sebut BMKG.

    BMKG menjelaskan, karena posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun. Yang waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

    “Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB. Dan pada 9 Oktober 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB,” sebut BMKG.



    Artikel Selanjutnya


    Cuaca Panas Mendidih, China-India Jadi Penentu Suhu Bumi

    (dce/dce)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.