Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut Jokowi, China Babat Judi Online Seperti Menkominfo Budi
    Insight News

    Ikut Jokowi, China Babat Judi Online Seperti Menkominfo Budi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Agustus 2023Updated:28 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China sedang agresif memberantas judi online. Perusahaan penyedia layanan streaming seperti Tencent Music dan Cloud Music milik NetEase jadi target aksi bersih-bersih judi ilegal.

    Platform penyedia layanan live streaming di China, menurut Reuters, sering digunakan untuk judi ilegal. Mereka menggelar judi ilegal memanfaatkan fitur Lucky Draw virtual yang tersedia di layanan live streaming. Bahkan, ada live streamer (orang yang menggelar live streaming) yang berkolusi dengan pengguna kemudian membagi dua hadiah.

    Menurut Analysys, pasar live streaming China nilainya melampaui US$ 21 miliar pada 2022.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ivan Su dari Morningstar, menyatakan Tencent Music dan Huya memilih untuk “mematikan fitur live streaming yang memiliki fitur permainan peluang, tanpa diminta pemerintah.” 

    Indonesia juga sedang agresif memberantas judi online. Budi Ariemenyatakan salah satu tugas utama yang diberikan Presiden Jokowikepada dirinya saat dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika adalah pemberantasan judi online.

    Kebijakan pemerintah China berdampak ke pendapatan kuartal II/2023 perusahaan-perusahaan teknologi. Pendapatan Tencent dari segmen “hiburan sosial” termasuk live streaming turun 24 persen. Adapun, pendapatan Huya yang menyediakan layanan menyerupai Twitch, merosot 16 persen. Cloud Music, yang sekitar setengah dari pendapatannya berasal dari live streaming, jatuh 24 persen.

    Perusahaan-perusahaan live streaming China tidak melaporkan dampak aksi pemberantasan judi dalam laporan keuangannya. Namun, pendiri salah satu platform live streaming mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa aplikasi live streaming populer berhenti beroperasi setelah diselidiki polisi.

    Media China juga melaporkan bahwa ada 40 aplikasi live chat yang tutup sepanjang Mei-Juni untuk “penyesuaian bisnis.”

    Charlie Chai dari 86Research memperkirakan aksi bersih-bersih judi akan memukul 20 persen hingga 70 persen pendapatan perusahaan live streaming.

    Tencent menyatakan bahwa mereka menyesuaikan bisnis live streaming mereka agar lebih fokus ke musik, sedangkan Huya menyatakan bahwa platform mereka disesuaikan agar lebih “sehat.”

    Judi online memang sedang menjadi perhatian pemerintah China. Pada 2020, otoritas China menyatakan pergerakan dana lintas perbatasan terkiat judi online merupakan ancaman keamanan nasional. 


    Artikel Selanjutnya


    Judi Online Sulit Diberantas 100%, Kominfo Lakukan Apa?

    (dem)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.