Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dihabisi Amerika, Binance Disebut Siap PHK 3.000 Karyawan
    Insight News

    Dihabisi Amerika, Binance Disebut Siap PHK 3.000 Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Juli 2023Updated:18 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hingga sekitar 3.000 karyawan dikabarkan akan di-PHK oleh raksasa perdagangan kripto, Binance. Laporan tersebut tak lama setelah otoritas Amerika Serikat (AS) menganggap perusahaan melanggar undang-undang sekuritas.

    Dalam laporan The Wall Street Journal disebutkan lebih dari 1.000 karyawan yang dipecat. Laporan yang sama mengatakan Binance berpotensi akan terus mengurangi pegawai hingga merumahkan lebih dari sepertiga stafnya.

    CNBC Internasional mengutip seorang sumber mengatakan total 1.500-3.000 pekerja global yang terdampak keputusan ini. CNBC Internasional juga menambahkan dalam laporan jika PHK tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun 2023 ini, dikutip Selasa (18/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, Binance memiliki total 8.000 karyawan secara total sebelum PHK massal tersebut terjadi.

    Mantan karyawan Binance mengatakan divisi yang paling terdampak adalah customer service. Pemecatan berlangsung secara global dan sebagian besar adalah karyawan Customer Service di India.

    Kabar PHK tersebut juga telah dikonfirmasi oleh juru bicara Binance. Namun dia enggan menyebutkan jumlah karyawan yang telah dan akan dipecat nantinya.

    “Sebagaimana kami tengah menyiapkan siklus major bull mendatang, jelas kami harus fokus pada talenta berbakat untuk memastikan kami tetap gesit dan dinamis. Ini bukan soal rightsizing, tapi lebih ke re-evaluasi terhadap talenta yang sesuai kebutuhan dan ahli di sektor-sektor penting,” tegas orang itu.

    Sebelumnya pada Juni lalu, Securities and Exchange Commission menggugat Binance dan pendirinya Changpeng Zhao. Lembaga itu menilai perusahaan beroperasi secara ilegal di AS dan telah menyalahgunakan dana nasabahnya, yang telah dibantah oleh Binance.

    Sementara itu, Binance juga harus menghadapi kenyataan bisnisnya di Eropa mengalami kemunduran. Penyebabnya adalah karena mencoba mendapatkan lisensi untuk beroperasi.

    Kabarnya sejumlah karyawan dengan jabatan tinggi telah mengundurkan diri dari Binance. Mulai dari penasihat umum perusahaan, chief strategy officer, dan kepala investigasi.



    Artikel Selanjutnya


    Changpeng Zhao Jadi Buronan Interpol, Binance Buka Suara


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.