Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap! 3 Ribu Orang Daftar Hitam Covid-19 Nekat Masuk Mal
    Insight News

    Terungkap! 3 Ribu Orang Daftar Hitam Covid-19 Nekat Masuk Mal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 September 2021Updated:13 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bercerita soal ribuan orang yang tetap nekat beraktivitas termasuk masuk mall meski positif Covid-19. Berdasarkan laporan yang dia paparkan di Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, terdeteksi ada 3.830 orang masuk kategori tersebut dan check-in dengan aplikasi PeduliLindungi.

    “Baru diluncurkan sebulan sudah ada 29 juta melakukan check in dengan Peduli Lindungi. Kita bisa lihat suprisingly (secara mengejutkan) ada 3.830 orang masuk kategori hitam,” kata Budi, Senin (13/9/2021).

    Dia menjelaskan kategori hitam ini sebagai orang yang positif Covid-19 namun masih jalan-jalan. Dari jumlah itu, lebih dari 3.000 orang ke mal, 43 orang ke Bandara dan 63 orang ke Stasiun.

    Selain positif, kategori hitam juga menunjukkan orang tersebut memiliki kontak erat dengan pasien. Total ada empat kategori di dalam aplikasi yakni Hitam, Hijau, Kuning dan Merah.

    Untuk kategori Hijau, orang tersebut sudah divaksinasi dua kali. Selain itu juga tidak ada hasil positif atau tercatat kontak erat. Orang di kategori hijau juga menunjukkan hasil negatif 2×24 PCR dan 1×24 Antigen.

    Sementara untuk Kuning menunjukkan sudah divaksin satu kali dan penyintas Covid kurang dari tiga bulan dan tidak ada data jika positif atau kontak erat. Sementara untuk Merah, orang tersebut belum divaksin.

    Budi menjelaskan Peduli Lindungi digunakan untuk sarana digital pengimplementasian protokol kesehatan. Sebab aplikasi itu sudah terhubung secara online dengan data base vaksinasi dan laboratorium PCR.

    Terdapat enam aktivitas yang diharapkan bisa mengimplementasikan protokol kesehatan dengan baik, yaitu perdagangan, transportasi, pariwisata, pendidikan, keagamaan, dan kantor/pabrik.

    Dengan menggunakan aplikasi jadi saat masyarakat akan beraktivitas pada enam kelompok aktivitas tersebut akan diketahui statusnya. Termasuk memperbolehkan masuk ke sebuah tempat sesuai dengan status dalam aplikasi.

    “Sehingga pada saat melakukan aktivitas yang enam tadi ketahuan statusnya seperti apa. Statusnya menentukan apakah yang bersangkutan boleh masuk apa tidak, fungsi screening. Kemudian layanan apa yang boleh dilakukan, dan Peduli Lindungi karena da fungsi tracing karena begitu mereka check in mereka tahu mereka ada dimana jam berapa sehingga kalau positif kemudian dnegan cepat melakukan tracing siapa saja yg di jam itu ada di lokasi,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.