Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Belut Vampir Penghisap Darah Zaman Purba Muncul saat Covid
    Insight News

    Belut Vampir Penghisap Darah Zaman Purba Muncul saat Covid

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2023Updated:12 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Populasi belut vampir kembali muncul saat pandemi Covid-19 melanda Bumi. Padahal sebelumnya jumlah hewan purba itu sempat menurun hingga 90%.

    Ikan parasit itu hidup di perairan perbatasan Amerika Utara dan Kanada yang ditemukan sejak awal abad ke-19. Populasi hewan yang disebut Sea Lamprey itu dengan cepat meningkat di lima danau dalam Great Lakes.

    Belut tersebut cukup berbahaya bagi ikan lain. Laporan NOAA mengatakan hewan tersebut memangsa ikan lain seperti trout, whitefist, perch, dan sturgeon. Saking berbahayanya berdampak pada tangkapan ikan trout yang berkurang drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dalam satu abad, penangkapan ikan trout anjlok, sebagian besar karena perkembangbiakan Lamprey yang tidak terkendali,” kata National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dikutip Science Alert, Selasa (11/7/2023).

    Populasinya dikendalikan oleh Great Lakes Fishery Commision bersama dengan US Fish and Wildlife Service and Fisheries and Oceans Canada. Namun pandemi 2020-2021 membuat mereka kesulitan melakukan pengendalian jumlah belut itu dan jumlahnya kembali meningkat.

    Pengendalian jumlah ikan tersebut juga bukanlah perkara mudah. Misalnya butuh banyak orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini. Seperti dilaporkan Undark Magazine yang menyebutkan orang yang mampu mengerjakan meningkat 25% menjadi 75%.

    Dari segi biayanya sendiri butuh ongkos yang besar. Wired menuliskan bisa mencapai US$15 juta-US$20 juta per tahun. Selain itu juga butuh pemberian pestisida bernama lampricide.


    Artikel Selanjutnya


    Bukan Covid, Ahli Flu Seluruh Dunia Berkumpul Bahas Virus Ini

    (npb/npb)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.