Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gegara Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Muncul Lagi
    Insight News

    Gegara Covid, Belut Vampir Purba Penghisap Darah Muncul Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2023Updated:8 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Populasi ikan parasit pemangsa ikan lain, Sea Lamprey, terus meningkat di danau-danau di perbatasan Amerika Utara dan Kanada.

    Melansir dari Science Alert, laporan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyebutkan bahwa ikan ini telah terdeteksi sejak awal abad ke-18. Ikan yang juga disebut sebagai ‘belut vampir’ ini berkembang cepat di kelima danau dalam Great Lakes.

    NOAA melaporkan, belut tersebut memangsa ikan trout, whitefish, perch, dan sturgeon. Bahkan, ‘belut vampir’ dapat membuat jumlah ikan trout yang bisa ditangkap berkurang drastis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dalam satu abad, penangkapan ikan trout anjlok, sebagian besar karena perkembangbiakan Lamprey yang tidak terkendali,” kata NOAA, dikutip dari Science Alert, Sabtu (8/7/2023).

    Spesies itu sebenarnya dikendalikan oleh Great Lakes Fishery Commission bersama dengan US Fish and Wildlife Service dan Fisheries and Oceans Canada. Bahkan, jumlahnya sempat berkurang sebesar 90 persen di sebagian wilayah Great Lakes.




    Foto: Fernando Losada Rodríguez/CCO
    Sea lamprey atau belut vampir asal benua Amerika bagian utara.

    Namun saat pandemi Covid-19, yakni sekitar 2020 dan 2021, pengelolaan spesies sempat terkendala. Akhirnya, populasinya ditemukan mengalami peningkatan. Science Alert menyebutkan bahwa masih belum diketahui jumlah peningkatan populasi.

    Menurut laporan publikasi ilmiah non-profit, Undark Magazine, pengendalian Sea Lamprey bukan hal yang mudah. Mereka yang bertanggung jawab mengontrol populasi hanya mampu mengerjakan 25 persen pada 2020, tetapi meningkat 75 persen pada tahun berikutnya.

    Wired menuliskan, biaya yang dikeluarkan untuk pengendalian tersebut tidak sedikit, yakni diperkirakan mencapai US$15 juta hingga US$20 juta atau sekitar Rp227,42 miliar hingga Rp 303,23 miliar per tahunnya (asumsi kurs Rp15.161/US$).

    Selain itu, diperlukan pestisida yang tepat waktu, yakni lampricide, untuk mengurangi populasi belut vampir tersebut.



    Artikel Selanjutnya


    Bukan Covid, Ahli Flu Seluruh Dunia Berkumpul Bahas Virus Ini

    (npb/wur)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.