Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Temukan Ramuan Ajaib, Pikun Lenyap Seketika
    Insight News

    Peneliti Temukan Ramuan Ajaib, Pikun Lenyap Seketika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juli 2023Updated:5 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti berhasil menemukan sebuah cara yang diharapkan bisa menghilangkan pikun pada manusia. Temuan tersebut menggunakan satu suntikan protein klotho.

    Penelitian di Yale dan University of California menemukan bahwa satu suntikan protein klotho berhasil meningkatkan fungsi kognitif pada monyet berusia tua. Tak hanya itu, efeknya bertahan hingga dua minggu setelah suntikan diberikan.

    Mereka melakukan pengujian pada 18 kera yang berusia sama dengan 65 tahun umur manusia. Setiap kera diminta mengingat lokasi makanan yang disembunyikan di berbagai kompartemen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berikutnya, para kera diberikan satu dosis rendah klotho. Empat jam kemudian, seluruh kera diminta mencari makanan dalam 20 percobaan dan hal serupa diulang dua minggu kemudian.

    Sebelumnya, klotho juga pernah dicoba pada tikus. Hasilnya juga sama, dapat meningkatkan fungsi kognitif hewan tersebut.

    Dengan hasil terbaru ini, tim peneliti melihat bisa menjadi awal untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada otak manusia berusia tua. “Menjadi penting untuk mengujinya di otak manusia,” kata penulis studi dan profesor neurologis di UCSF, Dena Dubal dikutip dari Wired, Selasa (5/7/2023).

    Klotho sendiri diproduksi oleh ginjal dan bersirkulasi dalam darah. Protein itu kerap dikaitkan dengan umur dan kesehatan.

    Pada 1997, ahli patologi bernama Makoto Kuro-o di National Institute of Neuroscience Tokyo menemukan pertama kali Klotho. Dia mengatakan tikus yang kekurangan protein ini akan mengalami sindrom seperti penuaan pada manusia.

    Para tikus tersebut akan memiliki penyakit jantung dini, kanker, penurunan kognitif, dan gagal organ. Sebaliknya, hewan yang punya lebih banyak klotho punya peluang hidup lebih lama 20-30%.

    (npb/npb)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.