Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Amazon Sudah di Ujung Tanduk Usai Ditinggal Jeff Bezos
    Insight News

    Nasib Amazon Sudah di Ujung Tanduk Usai Ditinggal Jeff Bezos

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juni 2023Updated:23 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amazon berada di ujung tanduk usah ditinggal sang pendiri, Jeff Besoz, dua tahun yang lalu. Kursi CEO lantas diisi Andy Jassy sejak Juli 2021.

    Namun, setelah Bezos hengkang, Amazon mendapat cobaan Amazon bertubi-tubi. Nasibnya pun seakan sudah di ujung tanduk dan terpaksa melakukan PHK ke 27.000 karyawannya.

    Dalam dua tahun terakhir, Amazon seperti diterpa mimpi buruk berkepanjangan. Mulai dari saham anjlok, pelanggan menurun, kemitraan yang batal, serta PHK terbesar di industri teknologi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berikut daftar kemalangan Amazon setelah ditinggal Bezos, dirangkum Slate, Jumat (23/6/2023):

    Bisnis Ritel Setelah Pandemi

    Pandemi menjadi berkah tersendiri bagi platform ini. Setelah bisnis ritelnya bertumbuh 39% pada 2020, Amazon ingin menggandakannya selama 24 bulan.

    Tujuannya agar menambah kapasitas dengan cepat jika kebiasaan konsumsi pengguna masih sama setelah pandemi usai. Namun yang terjadi sebaliknya.

    Tidak banyak orang yang menghabiskan waktu dan berbelanja di Amazon dalam masa pemulihan pandemi. Hal ini dikarenakan hantaman suku bunga yang naik.

    “Kami tahu kami mungkin terlalu banyak membangun,” kata Jassy.

    PHK Beruntun

    Pengembangan bisnis yang tidak menguntungkan, membuat Jassy mengambil jalan efisiensi. Salah satunya melakukan PHK massal dan merampingkan operasional di seluruh unit bisnis.

    Untuk PHK sendiri sepanjang tahun 2023, sekitar 27 ribu pegawai yang terdampak. Terbagi atas 18 ribu pada Januari lalu dan 9 ribu orang bulan Maret. Namun Jassy menjanjikan masih akan membuka perekrutan pegawai baru untuk sejumlah area strategis perusahaan.

    Amazon juga akhirnya menyewakan gudang yang tidak digunakan. Ruangan yang tersisa digunakan sebaik mungkin. Selain itu juga bergeser dari pemenuhan nasional menuju ke regional.

    Bisnis Cloud Anjlok

    Keadaan ekonomi yang tak menentu juga berdampak pada cara layanan cloud B2B Amazon, yakni Amazon Web Service (AWS).

    Klien AWS yang merupakan perusahaan-perusahaan besar harus menghemat dan memilih paket lebih ekonomis. Pada sejumlah kasus, ada beberapa perusahaan bahkan mengurangi layanan AWS yang sebelumnya digunakan.

    Slate mencatat pertumbuhan AWS melambat menjadi 16% pada kuartal I-2023. Angka itu menurun dari 20% pada periode tahun lalu.

    AWS juga berusaha mengejar para pesaingnya, seperti Microsoft dan Google yang memanfaatkan teknologi AI. Layanan tersebut telah meluncurkan alat baru membangun AI aplikasi pada April lalu.



    Artikel Selanjutnya


    Kelar PHK, Raksasa Ecommerce Pangkas Gaji Karyawan Segini

    (fab/fab)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.