Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Binance Ngeri Lumpuh Digencet AS, Tambal Aset Rp 3,72 T
    Insight News

    Binance Ngeri Lumpuh Digencet AS, Tambal Aset Rp 3,72 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juni 2023Updated:13 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Aksi otoritas bursa Amerika Serikat (SEC) mendorong investor kripto untuk beralih ke aset yang lebih stabil termasuk stablecoin. Binance mengumumkan rencana penukaran 750 juta pasangan token tether-tron dengan tether-ether untuk menjaga likuiditas stablecoin di platform tersebut.

    Swap adalah penukaran aset tertentu dengan nilai yang sama. Adapun, pasangan token (token pairs) adalah dua aset kripto yang bisa dipertukarkan satu sama lain tanpa harus terlebih dulu menukarkannya dengan mata uang fiat seperti dolar AS.

    Swap antara dua pasangan token tersebut dikelola langsung oleh tim tether.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Cryptoslate, bendahara tim tether telah mengirim aset kripto USDT senilai US$ 750 juta (Rp 3,72 triliun) ke Binance pada 12 Juni 2023. Dana tersebut dikirim dalam tiga kali transfer, masing-masing bagian senilai US$ 250 juta.

    Tether adalah stablecoin, yaitu aset kripto yang dirancang dengan nilai tukar yang dipatok terhadap dolar AS. Adapun, tron adalah aset kripto terbesar kesembilan di dunia. Nilai tron yang beredar di pasar diperkirakan mencapai US$ 6,3 miliar dibanding bitcoin senilai US$ 210 miliar.

    Binance saat ini tengah menghadapi gugatan dari SEC di Amerika Serikat. Platform tersebut dan CEO-nya, Changpeng Zhao (CZ) digugat SEC dengan tuduhan, antara lain, penggelapan dana dan penipuan. Binance dan CZ juga dituduh menggelembungkan volume perdagangan dan mengendalikan entitas Binance di AS meskipun mengklaim ke publik bahwa Binance.US adalah platform independen.

    SEC juga meminta agar pengadilan AS membekukan aset Binance. Sebagai respons, Binance mengumumkan penyetopan penarikan dolar AS di platformnya sejak 13 Juni 2023.

    Mitra perbankanBinance, menurutCNBC International, juga sedang dalam proses membekukan akses transaksi ke platform perdagangankripto yang tengah bermasalah tersebut. 

    Perkembangan terbaru ini menandakan bahwa partner perbankan Binance menilai perusahaan kripto ini terlalu penuh risiko untuk dipertahankan sebagai mitra.

    Di situasi seperti ini, aset stablecoin seperti tether menjadi alternatif terbaik dibanding dolar AS untuk aset kripto. Pengguna Binance bisa mengonversi aset mereka ke stablecoin seperti tether. Kemudian, mereka bisa mengonversi kembali aset mereka ke dalam bentuk dolar di tempat lain.

    Informasi yang disediakan Binance ke SEC menyatakan bahwa bank yang bekerja sama dengan Binance termasuk Axos Bank, Cross River Bank, dan tiga bank yang bangkrut kemudian diselamatkan yaitu Silvergate, Siganture, dan Silicon Valley.

    Menurut CNBC International, sebagian dari bank di atas telah berhenti melayani transaksi Binance.



    Artikel Selanjutnya


    Changpeng Zhao Jadi Buronan Interpol, Binance Buka Suara

    (dem/dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.