Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Beda Idul Adha Muhammadiyah-Pemerintah, Ini Kata Ahli BRIN
    Insight News

    Beda Idul Adha Muhammadiyah-Pemerintah, Ini Kata Ahli BRIN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juni 2023Updated:9 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam waktu dekat, umat Islam akan segera menyambut Idul Adha 2023 atau 1444 Hijriah. Namun, diprediksi Idul Adha tahun ini kemungkinan akan dilaksanakan berbeda.

    Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan soal perbedaan tersebut.

    Salah satunya terkait awal Dzulhijjah dengan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Selain itu ada juga kriteria astronomi Odeh.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan jika hilal tidak mungkin terlihat pada 18 Juni di wilayah Asia Tenggara. “Pada 18 Juni 2023, hilal tidak mungkin terlihat di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara secara umum,” kata dia, dikutip dari blog personalnya, Jumat (9/6/2023).

    Idul Adha sendiri diperkirakan jatuh pada 29 Juni 2023. Tapi untuk kepastiannya, Thomas mengatakan untuk menunggu dari hasil sidang Itsbat.

    Kepastiannya menunggu keputusan sidang Itsbat,” ujarnya.

    Sementara itu, hilal bisa terlihat pada 18 Juni 2023 di Arab Saudi, dengan kriteria Mabims maupun Odeh. Jadi kemungkinan awal Dzulhijjah akan terjadi pada 19 Juni dan Idul Adha 28 Juni mendatang.

    Namun perkiraan itu berdasarkan observasi pengamatan dua metode ilmiah. Mabims sendiri merujuk pada tinggi Bulan dengan minimal 3 derajat, elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat dari aplikasi Astronomis PP Persis. Sedangkan metode Odeh berdasarkan pengamatan aplikasi Accurate Time.

    Dari analisis posisi Bulan pada maghrib 18 Juni 2023 adala 2,1 derajat. Tinggi tersebut sangat rendah jadi hilal sangat tipis.

    Hal itulah yang membuat tidak mungkin ada kesaksian hilal pada 18 Juni 2023 secara astronomis. Dengan begitu 1 Dzulhijjah ditetapkan pada 20 Juni.

    “Dengan demikian, Idul Adha diperkirakan pada 29 Juni 2023,” kata dia.

    Sedangkan hal berbeda terjadi di Makkah. Saat magrib pada 18 Juni 2023, tinggi Bulan mencapai 4,6 derajat dan elongasi geosentriknya 7 derajat. Hilal disebut cukup tebal untuk mengalahkan cahaya syafak, jadi hilal mungkin bisa ditetapkan pada 18 Juni.


    Artikel Selanjutnya


    Hujan Deras Rutin Guyur RI, BRIN: Puncaknya Belum Berakhir!

    (fab/fab)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.