Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Influencer-Buzzer China Digusur, 67.000 Akun Medsos Ditutup
    Insight News

    Influencer-Buzzer China Digusur, 67.000 Akun Medsos Ditutup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2023Updated:2 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China membersihkan media sosial di negara tersebut dari influencer dan buzzer yang dinilai bermasalah. Sekitar 1,4 juta post kena take down dan 67.000 akun diblokir. 

    Dalam pernyataan Jumat lalu, Cyberspace Administration of China mengumumkan penutupan 67.000 akun media sosial dan penghapusan ratusan ribu unggahan antara 10 Mei hingga 22 Mei. Ini adalah bagian dari kampanye CAC untuk “meluruskan” media sosial.

    Sasaran CAC, antara lain, adalah akun media sosial yang menyebarkan informasi bohong dan hoaks, mencari untung secara ilegal, dan berpura-pura menjadi pejabat pemerintah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Reuters, China telah menyasar miliaran akun media sosial sejak 2021 dalam upaya membersihkan internet dan memberikan kendali lebih kuat kepada pemerintah.

    Pembersihan media sosial menyasar akun di platform populer seperti WeChat, Doyin, dan Weibo. Akun yang dibersihkan adalah yang dikelompokkan sebagai “self-media” yaitu akun yang menyebarkan berita dan informasi tetapi tidak punya izin pemerintah atau dikelola oleh pemerintah.

    Pemerintah China secara rutin menahan warga serta melakukan sensor terhadap akun media sosial yang menyebarkan informasi sensitif soal Partai Komunis, pemerintah, atau militer.

    Dari sebanyak 67.000 akun ditutup secara permanen, 8.000 di antaranya dituduh menyebarkan berita bohong, gosip, dan informasi yang merugikan.

    CAC menerapkan sanksi lebih ringan ke 930.000 akun media sosial yaitu menghapus follower atau melarang penggunaan fitur untuk mencari keuntungan.

    Sebanyak 187.000 akun dihukum karena berpura-pura sebagai media berita, sedangkan 430.000 akun kena sanksi karena menawarkan nasihat profesional atau pendidikan tanpa kualifikasi.


    Artikel Selanjutnya


    Video: China Tinggalkan Hp Murah, Apple Dibuat Was-was!

    (dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.