Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Korupsi BTS, Begini Susahnya Bangun Tower HP Terpencil
    Insight News

    Kasus Korupsi BTS, Begini Susahnya Bangun Tower HP Terpencil

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Mei 2023Updated:28 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah 3T atau Terdepan, Terluar, dan Tertinggal diduga dikorupsi. Kasus ini bahkan menyeret mantan Menteri Kominfo, Johnny Plate dan Anang Latif yang pernah menjabat Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

    Wilayah 3T memang jadi fokus Bakti untuk membangun BTS untuk jaringan internet. Namun ternyata pembangunan tower tersebut bukanlah hal yang mudah.

    Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Zulfadly Syam menceritakan kesulitan pembangunan pada umumnya terkait distribusi material. Transportasi ke wilayah tersebut akan memerlukan transportasi yang mahal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bukan hanya transportasi, pihak yang membangun tower BTS di 3T juga butuh pengeluaran lain. Salah satunya adalah pengeluaran untuk perlindungan keamanan.

    “Pada umumnya distribusi material. Karena ke didaerah 3T memerlukan transportasi yang mahal. Bahkan kalau di daerah Papua, biaya perlindungan keamanan juga meningkat,” kata Zulfadly, kepada CNBC Indonesia, Selasa (23/5/2023).

    Sebaliknya, pembangunan BTS di wilayah non-3T tak pernah mengalami hal tersebut. Misalnya pengiriman material pembangunan jauh lebih baik dibandingkan di daerah 3T.

    “Di daerah NON-3T umumnya infrastruktur untuk distribusi material tentu lebih baik. Walaupun tidak bisa digeneralisasi, karena tergantung pula pada tingkat kesulitan suatu daerah,” jelasnya.

    Zulfadly menjelaskan pembangunan tower BTS bisa memakan biaya Rp 600 juta hingga Rp 1,5 miliar. Biaya tersebut bisa berubah tergantung beberapa hal termasuk lokasi hingga harga tanah.

    Selain itu biaya bisa bertambah jika ada hal luas biasa di lapangan, seperti keamanan. “Bisa bertambah dari range itu jika ada hal-hal yang extraordinary di lapangan,” ungkap Zulfadly.

    Namun menurutnya kisaran harga tersebut masih dalam batas wajar. Mengingat jika ada pembelian material yang dilakukan secara besar-besaran.

    “Namun range yang saya sebutkan diatas tadi masih dalam batas wajar pembangunan BTS. Apalagi jika material dibeli secara masif,” kata dia.



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.