Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Data Aplikasi eHAC diduga Bocor, Bagaimana Peduli Lindungi?
    Insight News

    Data Aplikasi eHAC diduga Bocor, Bagaimana Peduli Lindungi?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2021Updated:1 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Kementerian Kesehatan mengklaim keamanan aplikasi Peduli Lindungi. Hal ini terkait dengan dugaan kebocoran data yang terjadi pada aplikasi eHac (Electronic Health Alert Card).

    Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, Annas Maaruf menyebutkan kebocoran data itu terjadi pada apliaksi eHAC yang lama. Sementara saat ini eHAC sudah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

    Dia mengatakan aplikasi Peduli Lindungi terjamin keamanannya. “untuk eHAC di Peduli Lindungi server-nya, infrastruktur berada di Pusat Data Nasional dan terjamin pengamanan didukung kementerian lembaga terkait yaitu Kominfo dan BSSN,” jelasnya, dalam konferensi pers online, Selasa (31/8/2021).

    Dia menjelaskan seluruh sistem informasi yang terkait dengan pengendalian Covid-19, berada dalam pusat data nasional.

    Dia mengatakan eHac yang lama sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021. Sejak saat itu eHAC telah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

    Pemerintah juga meminta masyarakat untuk mengunduh Peduli Lindungi. Pemanfaatan eHac untuk perjalanan bisa dilakukan di aplikasi tersebut.

    Selain itu, bagi yang sudah menginstall aplikasi eHAC, pemerintah juga meminta menghapus atau menguninstall aplikasi tersebut.

    “Meminta menghapus dan menghilangkan atau uninstaall aplikasi ehac yang lama terpisah,” kata Annas.

    eHAC merupakan aplikasi uji dan lacak bagi mereka yang hendak bepergian. Aplikasi ini wajib diundung bagi orang asing maupun warga negara yang bepergian di dalam negeri. Aplikasi ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan pada tahun ini.

    Sebelumnya peneliti siber dari vpnMentor menemukan kebocoran dari eHAC. Aplikasi uji dan lacak eHAC ini untuk menyimpan lebih dari 1,4 juta data dari 1,3 juta pengguna eHAC.

    Data yang bocor meliputi ID pengguna yang berisi nomor kartu tanda penduduk (KTP), paspor serta data dari hasil tes Covid-19, alamat, nomor telepon dan nomor peserta rumah sakit, nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan, dan foto.

    Para peneliti juga menemukan data dari 266 rumah sakit dan klinik di seluruh Indonesia serta nama orang yang bertanggung jawab untuk menguji setiap pelancong, dokter yang menjalankan tes, informasi tentang berapa banyak tes yang dilakukan tiap hari, dan data tentang jenis pelancong.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.