Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banyak Bank Jadi Target Serangan Ransomware, Kenapa?
    Insight News

    Banyak Bank Jadi Target Serangan Ransomware, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Mei 2023Updated:15 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan teknologi membuat para penjahat siber atau hacker makin canggih dalam melancarkan aksinya. Virus bahaya atau malware yang disebar juga makin banyak jenisnya

    Target sasaran mereka bisa beragam, mulai dari institusi pemerintahan, pendidikan, korporat, maupun individu. Namun, salah satu industri yang paling sering dijadikan target adalah perbankan.

    Ada beberapa alasan yang membuat industri perbankan jadi sasaran empuk. Pertama, kelompok peretas yang disponsori suatu negara untuk menyerang negara lain bisa dengan mudah mengalahkan lawan jika sistem keuangannya lumpuh.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kedua, kerusakan yang disebabkan lumpuhnya industri perbankan bisa merembet ke industri lain. Misalnya, ketika suatu bank diserang, maka lembaga lain yang menaruh uang di bank tersebut akan mengalami gangguan operasional karena tidak bisa mengakses duit mereka, dikutip dari website layanan antivirus Bitdefender, Senin (15/5/2023).

    Terakhir, peretas yang motifnya mendapat uang sebanyak-banyaknya akan mengeker industri perbankan. Pasalnya, mereka bisa memeras tebusan dalam jumlah besar karena bank menyimpan banyak informasi sensitif nasabahnya.

    Selain itu, industri perbankan memiliki prioritas untuk melindungi dana nasabah. Mau tak mau, bank kerap menyerah dan membayar tebusan dalam jumah besar demi menjamin uang nasabah tetap aman.

    Biasanya, penjahat siber yang mengincar bank sebagai sasarannya melakukan serangan dengan ‘ransomware’. Di Indonesia, ransomware pernah menyerang beberapa industri perbankan.

    Antara lain Bank Indonesia (BI) cabang bengkulu, Ditjen Pajak Kemenkeu, hingga yang diduga baru-baru ini adalah Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Sebagai informasi, ransomware adalah jenis malware yang fokus mengunci akses dengan sistem enkripsi, sehingga korban tak bisa melakukan transaksi atau pengambilan dana.

    Jika tak membayar tebusan, peretas biasanya akan mengancam membongkar celah keamanan atau data sensitif nasabah ke forum publik.

    Menurut laporan Bitfender, penyebaran ransomware makin masif selama pandemi. Pada 2021, ada peningkatan serangan ransomware sebanyak 1000% yang menargetkan industri perbankan.

    Ada beberapa industri perbankan yang bisa mengambil langkah untuk mematikan layanannya sementara waktu sembari menyiapkan backup data. Namun, beberapa perbankan tak bisa melakukan hal serupa dan terpaksa harus membayar tebusan.

    Faktor lain yang menyebabnyak ransomware makin berkembang adalah munculnya Raas (ransomware as a service). Metodenya, ada grup ransomware yang membuat lisensi dan memungkinkan orang awam tanpa pengetahuan teknis untuk memakai jasa mereka dan melakukan serangan ransomware.

    Menanggapi risiko ini, banyak institusi perbankan yang mulai menggelontorkan dana lebih untuk memastikan sistemnya aman dari serangan siber. Misalya saja Bank of America yang tak segan mengalokasikan US$ 1 miliar untuk pertahanan keamanan siber.

    Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan industri perbankan adalah mengedukasi seluruh karyawan soal kemungkinan terjadinya serangan siber. Paling simpel, jangan sampai ada serangan yang masuk dari kelalaian seperti membuka link email mencurigakan di sistem intranet perusahaan.

    Selain itu, perlu berinvestasi terhadap beragam tool pengamanan. Mulai dari tool pencegahan, respons, dan backup yang mumpuni jika terkena serangan.




    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.