Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cuaca Panas Mendidih di RI Bukan Heatwave, Ini Penjelasannya
    Insight News

    Cuaca Panas Mendidih di RI Bukan Heatwave, Ini Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Mei 2023Updated:5 Mei 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Cuaca panas yang terjadi belakangan bukan disebabkan oleh heatwave atau gelombang panas.

    Hal tersebut ditegaskan oleh Peneliti Klimatologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin. Ia menyebut cuaca panas di sebabkan hot spells.

    “Di Indonesia tidak ada “heat wave” tetapi ada “hot spells”. Berikut ini catatan tentang hot spells di Indonesia, yg memiliki relevansi dengan data kenaikan suhu global dan kenaikan suhu di Asia,” ujar Erma dalam cuitannya, dikutip dari CNN, Jumat (5/5/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Erma menyebut salah satu negara India mengalami heat wave yang tidak terduga dan tidak terproyeksi oleh model iklim para ilmuwan di sana.

    “Heatwave yg terjadi saat ini di India dan Pakistan tidak terduga dan tidak terproyeksi oleh model iklim sehingga ilmuwan di India dan Pakistan dikritik oleh pengambil kebijakan dan publik di sana,” jelasnya.

    Pasalnya, menurut Erma, India adalah wilayah monsun seperti Indonesia, sehingga tidak pernah diduga menjadi salah satu wilayah yang mengalami heatwave.

    Departemen Meteorologi India menuturkan 48 stasiun cuacanya mencatat suhu lebih dari 42 derajat Celcius pada Selasa (18/4), dengan yang tertinggi bahkan mencapai 44,2 derajat Celcius di negara bagian timur Odisha.

    Gelombang panas tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia di negara bagian Maharashtra barat saat menghadiri upacara penghargaan negara pada 16 April.

    Lebih lanjut menurut Erma, Indonesia memiliki fenomena panas lain yang bernama hot spells di mana suhu rata-rata berada di atas 28 derajat Celcius selama beberapa hari berturut-turut.

    “Ada kecenderungan selama tujuh hari berturut-turut ini temperatur rata-rata itu di atas 28,8 derajat Celcius, di atas itu. Ini sebenarnya sudah dikategorikan hot spells,” ujar Erma dalam potongan video wawancara yang diunggahnya di Twitter.

    Erma menyebut hot spells terjadi ketika cuaca di atas 27,5 derajat Celcius terjadi selama 5 hari berturut-turut.

    “Hot spells itu artinya lebih dari 5 hari berturut-turut dia di atas 27,5. 28 itu sudah bisa dikategorikan hot spells. Hot spells ini yang mungkin dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini,” katanya.

    Melansir situs resmi Badan Federal Meteorologi dan Klimatologi Swiss, hot spells adalah saat ketika temperatur tinggi bertahan selama beberapa hari dan frekuensinya akan meningkat di masa depan.

    Di Swiss, hot spells normalnya dihubungkan dengan kondisi tekanan tinggi yang stabil di bulan-bulan musim panas.

    Meski mengalami hot spells tahun ini, berdasarkan data pengukuran suhu di Surabaya pada April 2022 dan April 2023, Erma menyebut suhu maksimal pada 2022 cenderung lebih tinggi.

    Pada periode tersebut suhu mencapai 34 derajat celcius lebih sering dibandingkan dengan periode April 2023.


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.