Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pendiri Startup Ini Mengaku Gagal, Kembalikan Duit Investor
    Insight News

    Pendiri Startup Ini Mengaku Gagal, Kembalikan Duit Investor

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2023Updated:2 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raymond Chin, CEO Ternak Uang, buka suara soal nasib perusahaannya yang gagal. Termasuk mengembalikan uang dari para investornya.

    Dalam unggahan video di akun Youtubenya, Raymond bercerita soal perjalanan Ternak Uang. Berencana untuk profit, platform social investing berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan sekuritas.

    Namun rencana tersebut batal. Alasannya karena tech winter yang menghantam keras industri sejak beberapa waktu lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “JV [joint venture]-nya enggak jadi. Enggak nyalahin orang lain, harusnya gue lebih pakemin hitam di atas putih. Lebih set ekspektasi kalau deal bisa enggak jadi,” kata Raymond.

    Ternak Uang berusaha untuk memperbaiki keadaan. Salah satunya dengan mengembalikan mayoritas investasi yang telah diterimanya.

    Sebagai informasi, Ternak Uang mengumumkan investasi tujuh digit dalam dolar AS pada Februari 2022. Ini berasal dari Patrick Walujo, Kinesys Group, dan Alto Partners.

    Raymond beralasan opsi pengembalian ini jauh lebih baik dibandingkan startup yang menghabiskan uang investor. Bahkan ada juga yang membebankan hutang perusahaan.

    “Balikin mayoritas investor lebih dari 50% itu, lebih dari dari startup lain yang habisin duitnya sampe ada hutang kadang harus ditanggung shareholder,” jelas Raymond.

    Keputusan pengembalian uang investor membuat Ternak Uang kembali ke garis awal. Perusahaan menjadi lebih independen, yakni dapat memutuskan arah pengembangannya.

    Keputusan itu juga punya dampak besar dengan melakukan pemangkasan jumlah pegawai besar-besaran. Jumlah yang tersisa hanya puluhan, persis seperti awal berdiri.

    “Risiko back to zero, aggressively downsizing kurangin karyawan 30 lagi,” ungkapnya.




    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.