Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ngeri! Sisa Umur Matahari Tinggal Segini, Kiamat Ancam Bumi
    Insight News

    Ngeri! Sisa Umur Matahari Tinggal Segini, Kiamat Ancam Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 April 2023Updated:23 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Matahari sebagai pusat tata surya dimana bumi dan seluruh planet di Bimasakti berputar mengelilinginya ternyata memiliki usia. Ilmuwan memperkirakan matahari kini berusia sekitar 5 miliar tahun atau memasuki fase paruh baya (middle age).

    Dari catatan ilmuwan, usia matahari ini pun dapat berpengaruh negatif terhadap planet lainnya, termasuk bumi. Siklus karbon akan melambat sehingga banyak tumbuhan yang tak bisa bertahan.

    Pada akhirnya, Bumi diyakini tak bisa lagi menjadi habitat tumbuhan. Saat itu terjadi, rantai makanan akan hancur. Adapun, para ilmuwan memperkirakan peristiwa mengerikan ini bakal terjadi 600 juta tahun lagi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mikroba yang mampu beradaptasi dengan perubahan Tata Surya juga akan hidup menderita. Dalam 1 miliar tahun ke depan, suhu Matahari diprediksi lebih panas 10% dari saat ini, dikutip dari IFLscience, dikutip Minggu (23/4/2023).

    Akibatnya, peningkatan efek rumah kaca tak bisa dikendalikan lagi. Kemudian, lautan akan menguap dan mengakibatkan kekeringan.

    Bumi akan menjadi planet semacam Venus yang mampu melelehkan semua benda di dalamnya. Bisa dibilang, ketika masanya tiba, manusia tak mampu lagi bertahan hidup di planet ini.

    “Bumi dan Mars kemungkinan akan berputar masuk ke matahari, sementara planet lainnya akan terdorong ke luar,” kata laporan Iflscience.

    Pada akhirnya, matahari akan meleburkan semua lapisan intinya dan memunculkan objek bintang baru yang disebut ‘White Dwarf’. Setelah kehilangan banyak massanya, White Dwarf tak akan mampu bergantung pada planet-planet yang tersisa.

    Tidak hanya itu, ilmuwan memperkirakan planet raksasa yang tersisa nantinya hanya Jupiter. Simulasi yang dilakukan memperlihatkan fenomena ini akan terjadi dalam 30 miliar tahun ke depan. Tiga planet akan musnah dalam 10 miliar tahun.

    Jupiter sebagai planet terakhir mungkin akan bertahan cukup lama, namun pada akhirnya juga bakal terdorong ke luar sistem tata surya dan melebur dengan bintang lain.

    Berdasarkan simulasi, planet terakhir akan ke luar dari sistem tata surya dalam jangka waktu 100 miliar tahun. Namun, durasi ini lebih lama ketimbang usia alam semesta yang diprediksi sekitar 13,8 miliar tahun.




    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.